Evaluasi sebaran Efektivitas pangkalan minyak tanah di kota Yogyakarta
Ruma Muhammad Abdul Aziz Bayu Putra, Drs. Risyanto, M.S.
2008 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHKeberadaan pangkalan - pangkalan minyak tanah sebagai ujung tombak penyaluran minyak tanah pada masyarakat sering kurang diperhatikan, terutama masalah persebarannya. Keberadaan pangkalan minyak tanah di Kota Yogyakarta saat ini terkesan semrawut dan kurang mendukung untuk terbentuknya suatu pusat pelayanan yang efektif. Sebagai salah satu bentuk pusat pelayanan kepada masyarakat, letak suatu pangkalan seharusnya berada dalam lingkup masyarakat yang mereka layani (threshold) dan mampu menjangkau sebagian besar masyarakat (range). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola sebaran dari pangkalan pangkalan minyak tanah di Kota Yogyakarta dan karakteristik dari pangkalan - pangkalan tersebut. Dengan mengambil lokasi di wilayah Kota Yogyakarta penelitian ini menggunakan metode sensus dengan melakukan survey pada pangkalan minyak tanah yang tergabung dalam HISWANA MIGAS (Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi) wilayah Yogyakarta. Data yang diambil adalah daya tampung, waktu habis, jarak pembeli terjauh dan jenis penjualan yang paling dominan. Dari data ini diperoleh karakteristik pangkalan minyak tanah dan kelas efektivitas pangkalan minyak tanah. Yang kemudian dihubungkan dengan kelas jumlah penduduk dan kelas jumlah keluarga miskin wilayah bersangkutan. Dengan menggunakan metode klasifikasi untuk mendapatkan tingkat efektivitas dan pangkalan minyak tanah potensial. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis data, didapatkan bahwa pola sebaran pangkalan minyak tanah di Kota Yogyakarta adalah seragam (merata). Dari 312 pangkalan minyak tanah yang digunakan sebagai responden; sebagian besar mempunyai pedagag kulakan sebagai pembeli utama, 48% memiliki jangkauan pelayanan 500 - 1500 m, 71,47% memiliki tingkat efektivitas pangkalan sedang, 7.37% pangkalan yang mempunyai sebaran efektif, 6,08% pangkalan potensial berdasarkan jumlah penduduk dan 7,37% pangkalan potensial berdasarkan jumlah keluarga miskin. Hasil penelitian ini merekomendasikan pengurangan jumlah pangkalan yang ada; karena jumlah pangkalan minyak tanah di Kota Yogyakarta dapat dikatakan berlebih dan sasaran minyak tanah bersubsidi adalah masyarakat miskin kurang berjalan sebagaimana mestinya. Sistem penunjang yang ada (sistem kontrak, persebaran/ pembagian wilayah) perlu. diadakan eveluasi/perbaikan karena kurang berfungsi optimal
The prcence of kerosene post as a front line of kerosene distribution to the community is frequently unnoticed and especially in Yogyakarta it gets less attention so at it does not support for an effective service center. As one of community service centers, kerosene post should be located within the threshholds of services for community and their range should cover all segments of community. The objective of this research is to investigate the distribution pattern of kerosene posts in Yogyakarta Municipality along with their characteristics. The methode of this research takes a form of census by conducting surveys in kerosene post which join HISWANA MIGAS (National Enterpreneurship Association for Oil and Gas) in Yogyakarta. Data collected are on capacity, time when the stock is finished, the furthest buyers, and type of the most dominant selling. From these data, characteristic and effectiveness of kerosene post are obtained. These are then correlated with the classes of number of citizens and poor families in the related area by using classification method to get the level of effectiviness and potential kerosene posts. Based on the analysis, the distribution pattern of kerosene posts in Yogyakarta Municipality is homogenous. Out of 312 kerosene posts as the respondents, most have retailers as the main costumers, 48% have 500-1500 m of service coverage, 71,47% have moderate level of effectiveness, 7,37% are potential posts based on number of poor families. This research recommends that the government of Yogyakarta Province should reduce the number of kerosene posts due to their excessive numbers and should rearrange the target of subsidized kerosene that is poor families since it is not run as it should be. Therefore, the supporting systems (contract, area distribution) need evaluating.
Kata Kunci : efektivitas, pangkalan minyak tanah,effectiveness, kerosene posts