Terjadinya Abortus Inkomplitus Pada Kasus Abortus Iminens Di RSUP Dr. Sardjito Tahun 1993-1994
Puji Hastuti, Dr. Irmansyah M. ; dr. Soewono
1995 | Skripsi | S1 KEDOKTERANAngka insidensi abortus iminens di RSUP. Dr. Sardjito masih cukup tinggi. Abortus iminens adalah bentuk praabortus sehingga perlu penanganan yang cukup kompleks untuk mempertshankannya. Dan apabila abortus berlanjut menjadi inkomplitus perlu penangansn segersa untuk mencegah pendarahan dan infeksi yang terjadi. Dengan melihat masih banyaknya kasuns abortus iminens dan tindakannya yang cukup kompleks tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kasus dan pengelolaan sbortus iminens sampai berlanjut menjadi abortus inkomplitus. Subyek penelitian ini adalah semua penderita abortus iminens yang dirawat inap di RSUP. Dr. Sarjito pada tahun 1993-1994 dengsn metods cross sectional retrospective. Berdasarkan perhitungan secara diskriptif didapatkan hasil, dari 416 kasus sbortus spontan terdapat 149 kasus (35,82%) abortus iminens, 105 kasus (96,33%) berlanjut menjadi abortus inkomplitus. Terdapat 53 kasus (35,57%) terjadi pada umur ibu 26-30 tahun dengan umur kehamilan <8 minggu ada 48 kasus (32,21%) dengan 1089 kasus (75,15%) mempunyai riwayat abortus. Sebagian besar kasus tidak dilakukan pemerikssan USG yaitu 33 kasus (37,43%) dengan lama perawatan rata-rata selama 5-10 hari, terdapat 83 kasus (55,7%). Dari data diatas dapat disimpulkan sebagian besar kasus abortus iminens yang gagal dipertahankan akan berlanjut menjadi abortus inkomplitus.
Kata Kunci : abortus iminens