Laporkan Masalah

Sebaran curah hujan di Yogyakarta dan sekitarnya

Rosita Dewi R., Emilya Nurjani, S.Si., M.Si.

2007 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Hujan merupakan faktor utama yang mengendalikan berlangsungnya daur hidrologi. Oleh karena itu perlu untuk dilakukan inventarisasi jumlah hujan dan persebarannya baik secara keruangan dan waktu. Dearah penelitian ini adalah di Kota Yogyakarta dan sekitarnya. Adapun tujuan penelitian ada dua, yaitu untuk: (1). mengetahui persebaran curah hujan rata-rata bulanan, tahunan dan musiman; (2). mengetahui bagaimana pengaruh faktor elevasi, lereng dan jarak terhadap persebaran curah hujan. Data yang dipergunakan adalah data curah hujan harian pada 48 stasiun hujan yang ada di Kota Yogyakarta dan sekitarnya. Metode yang digunakan dalam pengolahan data adalah metode isohyet, sedangkan dalam analisis data digunakan metode analisis statistik deskriptif, analisis grafis, analisis spasial dan temporal. Sesuai dengan tujuan penelitian, hasil penelitian yang diperoleh adalah peta sebaran curah hujan bulanan, tahunan dan musiman. Persebaran curah hujan bulanan di Kota Yogyakarta dan sekitarnya menunjukkan bahwa pada saat angin berhembus dari arah barat/barat daya (bulan September, Oktober, Nopember, Desember, Januari, Februari, Maret) hujan akan terkumpul pada daerah sebelah timur laut Kota Yogyakarta, dan pada saat angin berhembus dari arah selatan/tenggara (April, Mei, Juni, Juli, Agustus) hujan terkumpul di sebelah barat laut/utara Kota Yogyakarta. Pada persebaran hujan tahunan terlihat bahwa terjadi peningkatan curah hujan dari arah selatan ke utara (dari Samudera Hindia menuju ke Gunung Merapi). Hal ini menunjukkan bahwa faktor elevasi dan angin mempengaruhi persebaran curah hujan. Sedangkan persebaran curah hujan (isohyet) pada saat musim penghujan (Desember-Maret) lebih rapat daripada saat musim kemarau (Mei-September) Pada musim penghujan, curah hujan tertinggi terkumpul di sebelah timur/timur laut Kota Yogyakarta, sedangkan pada musim kemarau curah hujan tertinggi berada di sebelah barat Kota Yogyakarta.

Rain is the main factor controlling hydrology cycle. Thus, inventory on total rainfall and its distribution by space ang time required. The research location includes Yogyakarta and its vicinity. Whereas the research is aimed to: (1) determine monthly, annually and seasonally average rainfall distribution; (2) determine the influences of elevation, slope and distance factors on the rainfall distribution. Data employed in this research included daily rainfall data taken from 48 stations locating in Yogyakarta and its vicinity. The method employed in data processing included isohyet method, while data analysis employed descriptive-statistic method, graphic analysis, special and temporal analysis. Based on the research objectives, result of the research is in the form of monthly, annually, and seasonally rainfall distribution map. Monthly rainfall distribution in Yogyakarta and its vicinity shows that the rain will fall in the north-eastern areas of Yogyakarta City when the wind blows from west/south-west (in September, October, November, December, January, Febuary, March). Furthermore, it will fall in the north-western/northern areas of Yogyakarta City when the wind blows from south/southeast (in April, May, June, July, August). For annually rainfall distribution, it shows that increasing rainfall occurs from south to north (fron Indian Ocean to Mount Merapi). It shows that elevation and wind factors influence the rainfall distribution. Whereas rainfall distribution (isohyet) during the rainy season (December March) is closer than that in dry season (May-September). During the rainy season, the highest rainfall exists in western Yogyakarta City during the dry season

Kata Kunci : sebaran, curah hujan, isohyet,distribution, rainfall, isohyet

  1. S1-2007-140523-abstract.pdf  
  2. S1-2007-140523-bibliography.pdf  
  3. S1-2007-140523-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2007-140523-title.pdf