Pola persebaran keruangan industri kecil dan rumahtangga di kota Yogyakarta dan faktor-faktor yang mempengaruhi
Robinson Sianipar, Drs. M.R. Djarot Sadharto Widyatmoko, M.Sc.; Drs. H.B.S. Eko Prakoso, M.SP.
2007 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPenelitian ini dilakukan di Kota Yogyakarta dengan menggunakan wilayah kelurahan yang terdiri dari 45 kelurahan sebagai unit analisis. Tujuan penelitian ini mengetahui karakteristik industri kecil dan rumah tangga (IKRT) menyangkut pola sebaran dan faktor yang mempengaruhi pola sebaran, mengidentifikasi kategori basis produksi dan menyusun arah kebijakan. Metode penelitian yaitu analisis data sekunder tahun 2005, data IKRT dikelompokkan menjadi lima kelompok berupa: kelompok industri pangan, industri sandang dan kulit, industri kimia dan bahan bangunan, industri kerajinan dan umum, industri logam. Dalam menentukan pola sebaran IKRT digunakan analisa varian distribusi keruangan, sedangkan untuk pengklasifikasiannya dijadikan dua berdasarkan nilai tengah/mediannya yaitu: -0,01 sehingga dihasilkan kelompok rentang nilai <-0,01 terdistribusi merata, sedangkan > -0,01 terkonsentrasi menbentuk kulster tertentu. Untuk menentukan basis produksi IKRT digunakan analisis location quotient (LQ) lalu dibagi kedalam tiga kategori berdasarkan hasil analisis LQ, yaitu Unggulan Utama (nilai LQ 1), Unggulan (nilai LQ1), dan Bukan Unggulan (nilai LQ 1). Sedangkan untuk analsis faktor yang mempengaruhi pola sebaran IKRT digunakan analisis regresi lincar berganda. Hasil analisis diketahui bahwa terdapat konsentrasi IKRT kelompok pangan di Kecamatan Pakualaman, Gondomanan, Ngampilan, Gedongtengen, Jetis dan Tegalrejo. Kelompok sandang dan kulit di Kecamatan Mantrijeron, Kraton, Kotagede, Gondokusuman, Pakualaman dan Wirobrajan. Kelompok kimia dan bahan bangunan di Kecamatan Mergangsan, Umbulharjo, Gondokusuman, Danurejan, Pakualaman, Ngampilan, Wirobrajan, Jetis dan Tegalrejo. Kelompok kerajinan dan umum di Kecamatan Mantrijeron, Umbulharjo, Kotagede, Gondokusuman, Danurejan, Gondomanan, Wirobrajan dan Gedongtengen. Kelompok logam di Kecamatan Mergangsan, Umbulharjo, Kotagede, Danurejan, Pakualaman. Untuk basis produksi IKRT kelompok pangan di Kecamatan Gondomanan dan Ngampilan. Kelompok sandang dan kulit di Kecamatan Mantrijeron, Kraton dan Umbulharjo. Kelompok kimia dan bahan. bangunan di Kecamatan Mergangsan dan Umbulharjo. Kelompok kerajianan dan umum di Kecamatan Mantrijeron dan Umbulharjo. Kelompok logam di Kecamatan Mergangsan, Umbulharjo dan Kotagede. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi pola sebaran 88.6 persen dipengaruhi oleh variabel jumlahtenaga kerja, jumlah Rt pengguna listrik dan jarak ke pasar
This research is conducted in Yogyakarta District by using sub-district region which consist of 45 subdistrict as analytical unit. This research to understand the small and household industrial (IKRT) characteristic, concerning spatial pattern dissemination and influencing factors, to identifying category bases production and to compile policy course. The research method employed is secondary data analysis in a year 2005, IKRT data will grouped become five group in the form of group of: food industry, husk and clothing industry, construction material and chemistry industry, crafting and common industry, metal industry. In determining spatial pattern dissemination of IKRT used variance analysis of spatial distribution, while for classification of made two pursuant to middle value or median of that is: -0.01 is so that yielded group of range value < -0.01 apportionment, while > -0.01 concentration form selected culster. To determine bases production IKRT used location quotient analysis (LQ) divided into three category pursuant to result analyse LQ, that is The prime prominent (value of LQ > 1). The prominent ( assess LQ=1), and Not Prominent (value of LQ<1). While for the analsis of factor influencing spatial pattern dissemination of IKRT used doubled linear regression analysis. Analysis result known that there are concentration of small and household industrial of food in Subdistrict of Pakualaman, Gondomanan, Ngampilan, Gedongtengen, Jetis and of Tegalrejo. Gird and husk in Mantrijeron, Kraton, Kotagede, Gondokusunan, Pakualaman and Wirobrajan subdistrict. Chemical and construction material in Mergangsan, Umbulharjo, Gondokusuman, Danurejan, Pakualaman, Ngampilan, Wirobrajan, Jetis and Tegalrejo subdistrict. Crafting and common in Mantrijeron, Umbulharjo, Kotagede, Gondokusuman, Danurejan, Gondomanan, Wirobrajan and Gedongtengen subdistrict. Metal in Mergangsan, Umbulharjo, Kotagede, Danurejan, Pakualaman subdistrict. For bases production IKRT food in Gondomanan and Ngampilan subdistrict. Gird and husk in Mantrijeron, Kraton and Umbulharjo subdistrict. Chemical and construction material in Mergangsan and Umbulharjo subdistrict. Crafting and common in Mantrijeron and Umbulharjo subdistrict. Metal in Mergangsan, Umbulharjo and Kotagede subdistrict. While influencing factors of spatial pattern dissemination 88,6 percen influenced by labours, household electric consumers and distance to market variable.
Kata Kunci : pola sebaran, basis produksi dan industri kecil dan rumah tangga,spatial pattern dissemination, bases production, small and household industry