Otomasi kartografi untuk Analisa Pola Permukiman (Kasus Kabupaten Kulon Progo)
Sadjana Yoga Hidayat, Drs. Sukwardjono, M.Si.; Drs. Su Ritohardoyo, M.A.
2006 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHTujuan dari penelitian ini adalah (1) menggambarkan pola permukiman Kabupaten Kulon Progo dengan teknik otomasi dalam kartografi, sehingga dapat diperoleh informasi tentang pola permukiman di daerah tersebut secara lebih cepat; (2) menilai hubungan keruangan antara kepadatan penduduk, kemiringan lereng, ketinggian tempat, persentase luas lahan sawah terhadap lahan pertanian, kepadatan jalan; terhadap pola permukiman di wilayah penelitian. Cara yang digunakan yaitu melalui analisis data statistik dan analisis peta. Unit penelitian yang digunakan adalah unit desa secara administratif. Kabupaten Kulon Progo dibagi atas dasar fisiografinya, pada setiap daerah administrasi desa dikelompokkan berdasar fisiografinya. Desa-desa yang saling berbatasan dan mempunyai fisiografi sama dideliniasi menjadi satu area satuan analisis. Variabel yang diteliti meliputi pola permukiman, ketinggian tempat, kemiringan lereng, kepadatan jalan, kepadatan penduduk, persentase luas lahan sawah terhadap lahan pertanian. Data dikumpulkan melalui pengumpulan data sekunder pada instansi terkait dan melalui analisis peta. Analisis peta dilakukan untuk menyadap data atau informasi berbagai variabel penelitian dari peta. Pola permukiman ditentukan dengan analisis tetangga terdekat. Tahap analisis hubungan dibedakan menjadi dua macam yaitu analisis kualitatif dan analsis kuantitatif. Analisis hubungan secara kualitatif dilakukan melalui perbandingan antara peta pola permukiman dengan peta yang memuat kelima faktor yang mempengaruhi pola permukiman. Analisa hubungan secara kuantitiatif dilakukan dengan analisis statistik dengan menggunakan korelasi Spearman's rho. Data hasil analisis ditampilkan dalam bentuk peta, dalam mendesain peta digunakan pendekatan semiologis. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa peta dapat dimanfaatkan untuk mengkaji pola permukiman baik dimanfaatkan sebagai sumber data maupun sebagai alat analisis dan alat penyaji hasil penelitian. Hasil analisis menunjukkan pola permukiman yang terdapat di Kabupaten Kulon Progo kurang bervariasi dengan nilai rata-rata parameter tetangga terdekat terendah 0,0909 dan tertinggi 0,388 sehingga pola permukiman di Kabupaten Kulon Progo adalah mengelompok dan mengelompok cenderung acak. Bila diklasifikasikan secara kualitatif maka di daerah penelitian terdapat pola permukiman yang memanjang jalan, memanjang sepanjang tepi sungai, mengelompok atau membentuk suatu satuan permukiman yang luas dan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain serta ada yang membentuk permukiman dengan satuan permukiman yang kecil-kecil terpisah satu dengan yang lain sehingga membentuk pola permukiman menyebar. Terdapat hubungan yang berarti (signifikan) antara pola permukiman dengan kemiringan lereng. Ada hubungan positif antara pola permukiman dengan ketinggian tempat dan kemiringan lereng. Ada hubungan negatif antara pola permukiman dengan persentase luas lahan sawah terhadap lahan pertanian dan juga dengan kepadatan jalan. Tidak ada hubungan keruangan antara pola permukiman dengan kepadatan penduduk.
The aim of this research are (1) describing settlement. automated cartography, so that information about the settlement pattern can be gained quickiv: (2) estimating the spatial relationship between population density. slope gradient, place elevation, percentage of broad harvest field to agriculture field, road density; to settlement pattern in the research iurisdiction. The research method are statistics data analysis and map analysis. The research sample is village unit according to administrative. Kulon Progo are separated according to its fisiography, each village administration area is grouped according to its fisiography. Villages which boundarying each other and have the same fisiography were delineated become one area of analysis unit. The research variables cover settlement pattern, place elevation, slope gradient. road density, population density, percentage of broad harvest field to agriculture field. Data were collected through secondary data collection from related instance and map analysis. Map analysis was conducted for gathering data or information of research variables from map. Nearest neighbour analysis was conducted to gain settlement pattern. Connection analysis strage differentiated into two kind, they are qualitative analysis and quantitative analysis. Connection analysis qualitatively conducted through comparison between settlement pattern map and which contain the five factors that influence settlement pattern. Connection analysis quantitatively conducted through statistics analysis using Spearman's rho correlation. Data analysis result showed in the form of map. Map designed using semiology approach. The result of the research can be summarized that map can be use to examination of research report. The result showed the settlement pattern in Kulon Progo varied less, with nearest neighbour parameter average value lowest is 0,0909 and the highest 0,388, so that the settlement pattern in Kulon Progo are clustered and random tendency clustered. If it classified qualitatively, in research area there is settlement pattern which stretch along the street or river, clustered or forming a unit of a large settlement and cannot be separated from one another. Some also forming settlement with smaller separated unit from one another that form an extend settlement pattern. There is a significant correlation between settlement pattern and slope gradient. There is a positive correlation between settlement pattern and place elevation and slope gradient. There is a negative correlation between settlement pattern and the percentage of broad harvest field to agriculture field and road density. No correlation between settlement pattern and population density condition.
Kata Kunci : Otomasi kartografi, Pola permukiman, Kulonprogo, DIY