Faktor Risiko Asma Bronkial pada Anak yang dirawat di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Tahun 1993-1995
Hilwah Nora, Dr. Hadianto Ismangeon, DSA.; Dr. A. Rony Naning, DSA
1997 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERAsma anak di Indonesia dewasa ini cenderung meningkat sehingga perlu menjadi perhatian, oleh karena itu dengan mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penyakit tersebut dapat diambil tindakan pencegahan lebih lanjut agar penyakit tidak semakin parah. Faktor risiko yang diteliti adalah jenis kelamin, umur, status gizi, riwayat atopi, riwayat keluarga Asma, status pemberian ASI dan tingkat pendidikan ibu. Penelitian ini bersifat observasional dengan metode studi kasus kontrol yang dilakukan secara retrospektif terhadap penderita Asma Bronkial yang dirawat inap di Unit Penyakit Anak RSUP Dr. Sardjito selama periode 3 tahun mulai 1 Januari 1993 sampai 31 Desember 1995. Data diolah dengan "Rasio Odds" dan uji statistik metode "Chi-Square". Data yang dikutip dari dokumen catatan medik menunjukkan populasi Asma sebanyak 60 anak. Sebagai kontrol diambil 60 anak non Asma, yaitu penderita penyakit diare pada periode waktu yang sama, memiliki jenis kelamin dan umur yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita Asma laki-laki lebih banyak daripada perempuan. Anak kelompok usia 1-4 tahun lebih banyak menderita Asma daripada kelompok usia lainnya. Berdasarkan uji statistik tidak terdapat perbedaan bermakna antara kasus dan kontrol berdasarkan status gizi, status ASI, dan tingkat pendidikan ibu, tapi terdapat perbedaan yang bermakna berdasarkan riwayat atopi dan riwayat penyakit keluarga.
-
Kata Kunci : Asma, status gizi, riwayat atopi, riwayat keluarga Asma, status pemberian ASI