Pemanfaatan data penginderaan jauh dan sistem informasi geografis untuk estimasi produksi pucuk teh tahun 2001 di sebagian kabupaten Batang Jawa Tengah
Rony Bayu Aji, Prof. Dr. Dulbahri; Drs. Retnadi Heru Jatmiko, M.Sc.
2006 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPenelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan data penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk estimasi produksi pucuk teh pada perkebunan teh di sebagian Kabupaten Batang. Data penginderaan jauh yang digunakan berupa data digital Landsat ETM hasil perekaman bulan Juli tahun 2001. Tujuan dari penelitian ini antara lain adalah untuk mengetahui hubungan antara variabel umur pangkas, umur tanam, kerapatan tajuk, nilai produksi pucuk teh, dan nilai spektral pada saluran tunggal maupun indeks vegetasi transformasi NDVI, RVI, dan TVI, menguji tingkat ketelitian hasil produksi pucuk teh, dan mengetahui produksi pucuk teh di sebagian Kabupaten Batang Metode penelitian yang digunakan adalah 1) Dengan teknik pengolahan citra digital melalui klasifikasi multispektral penutup lahan menggunakan algoritma maximum likelihood dan penyusunan citra indeks vegetasi dengan transformasi NDVI, RVI, dan TVI. 2) Kerja lapangan untuk pengukuran variabel umur pangkas, umur tanam, kerapatan tajuk pada sampel yang ditentukan dengan metode Stratified Random Sampling, dan untuk cek lapangan terhadap hasil klasifikasi multispektral penutup lahan. 3) Analisis statitik melalui analisis korelasi dan regresi untuk mengetahui kekuatan hubungan antara variabel umur pangkas, umur tanam, kerapatan tajuk, nilai produksi pucuk teh dan nilai spektral saluran tunggal maupun nilai indeks vegetasi NDVI, RVI, TVI pada citra Landsat ETM. Penyusunan model estimasi produksi didasarkan pada besarnya nilai koefisien korelasi (r) dan persamaan regresi. Berdasarkan hasil analisis statisitk diperoleh nilai koefisien korelasi tinggi pada hubungan antara kerapatan tajuk dengan produksi pucuk teh serta pada hubungan antara kerapatan tajuk dengan indeks vegetasi TVI yaitu sebesar 0,716 dan 0,756 dengan persamaan regresi Y= -0,009 X² + 1,375 X - 24,874 dan Y = 508,096 X-560,42 yang digunakan sebagai model estimasi produksi pucuk teh. Berdasarkan hasil interpretasi melalui klasifikasi multispektral diperoleh luas perkebunan teh seluas 1877,40 Ha. Hasil interpretasi tersebut mempunyai tingkat akurasi sebesar 87,79 %. Sedangkan hasil estimasi produksi pucuk teh tahun 2001 dengan menggunakan data penginderaan jauh Landsat ETM diperoleh nilai produksi sebesar 16.284.275 Kg/Tahun, dimana hasil estimasi tersebut apabila dibandingkan dengan data produksi dari Badan Pusat Statistik tahun 2001 mempunyai tingkat akurasi sebesar 79,55%. Berdasarkan nilai tingkat akurasi tersebut maka data penginderaan jauh Landsat ETM cukup baik digunakan untuk estimasi produksi pucuk teh. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa data penginderaan jauh Landsat ETM melalui pengolahan dengan metode yang telah disebutkan diatas dapat diterapkan untuk estimasi produksi pucuk teh dengan baik sebagai alternatif perhitungan dengan metode survey yang membutuhkan waktu dan biaya khususnya di Kabupaten Batang.
This research is applied by using remote sensed data and Geographic Information System (GIS) to tea yield estimation at part of district of Batang. Remote sensed data which used in this research is Landsat ETM, acquisition on July 2001. The goals of this research are to measure correlation between age pruning, age tea plantation, density, tea yield, spectral value of single band and index vegetation NDVI, RVI, TVI, testing this method ability to estimate tea yield, and measure tea yield value at part of district of Batang. The method which use in tea yield estimation are; 1. digital image processing to classify land cover with maximum likelihood algorithm and to develop vegetation index image with NDVI, RVI, TVI transformation; 2. field surveying to collect sample data of age pruning, age tea plantation, density, and tea yield value with stratified random sampling method and to field check the multi spectral classification result; 3. Statistic analysis with correlation and regression analysis to know relation between variables. To develop model for tea yield estimation, it is based on value of correlation coefficient and regression model. Base on statistic analysis result, it is obtained a high coefficient of correlation at relation between crown density with tea yield value and at relation between crown density with vegetation index TVI, there are 0.716 and 0.756 with the regression model Y=-0.009 X² + 1.375 X-24.874 and Y=508.096 X-560.42 is used as a model of tea yield estimation. Base on the interpretation result by using multispectral classification obtained wide of tea plantation for the width of 1877.40 Ha. That interpretation result have correctness storey about 87.79%, while estimate tea yield result on 2001 by using remote sensed Landsat ETM data obtained production value of equal to 16,284,275 Kg/Year, where it's result if compared to tea yield production data from BPS on 2001 have correctness storey of equal to 79.55%. Base on that correctness storey value, remote sensed Landsat ETM data is good enough to be used in estimate tea yield. Result of the research indicate that the remote sansed Landsat ETM data by processing with the method which have been mentioned above can be applied to estimate tea yield excellently specially at district of Batang as alternative calculation by using survey method which spend much time and cost.
Kata Kunci : Estimasi produksi pucuk teh,sistem informasi geografis,penginderaan jauh,Batang,Jawa Tengah