Laporkan Masalah

KAJIAN POTENSI KERUSAKAN LINGKUNGAN AKIBAT DEFORMASI LONGSOR KALISARI DI DESA MARGOYOSO, KECAMATAN SALAMAN, KABUPATEN MAGELANG

BRAMANTIO DZAKI WIRAYUDA, Dr. Eng. Guruh Samodra, S.Si., M.Sc ; Dr. rer. nat Muhammad Anggri Setiawan, S.Si., M.Si.

2026 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Bencana longsor merupakan salah satu ancaman lingkungan yang signifikan di Indonesia, khususnya di wilayah perbukitan dengan curah hujan tinggi. Dusun Kalisari, Desa Margoyoso, Kabupaten Magelang, merupakan kawasan pertanian lereng yang secara geomorfologi dan geologi memiliki kerawanan tinggi terhadap deformasi longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik fisik longsor dan potensi deformasi, menganalisis pengaruh deformasi longsor terhadap kerusakan lingkungan, serta merumuskan strategi pengelolaan lingkungan yang efektif di wilayah penelitian. Metode penelitian ini dilakukan melalui analisis kestabilan lereng dengan menghitung faktor keamanan lereng menggunakan metode Janbu yang diolah dengan bantuan perangkat lunak Rocscience Slide. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kestabilan lereng serta potensi terjadinya deformasi atau longsor. Nilai faktor keamanan yang diperoleh kemudian digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kerentanan lereng terhadap gerakan tanah. Selanjutnya, perumusan strategi pengelolaan lingkungan dilakukan menggunakan pendekatan DPSIR (Driving Force Pressure–State–Impact–Response) untuk menganalisis hubungan antara faktor pendorong, tekanan yang mempengaruhi kondisi lereng, perubahan kondisi lingkungan, dampak yang ditimbulkan, serta respon atau strategi pengelolaan yang dapat diterapkan dalam upaya mitigasi bencana longsor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lereng di Dusun Kalisari memiliki karakteristik fisik yang rawan terhadap deformasi, ditandai oleh kemiringan curam hingga sangat curam (16°–55°), tanah bertekstur halus dengan kohesi dan sudut geser dalam rendah, serta keberadaan rekahan yang mempercepat infiltrasi air. Analisis faktor keamanan lereng menunjukkan nilai FK sebesar 0,778 pada lereng bervegetasi dan FK 0,315 pada lereng non vegetasi, yang mengindikasikan kondisi labil dan berpotensi mengalami longsor. Deformasi longsor berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan yang signifikan, meliputi hilangnya tutupan vegetasi, peningkatan erosi dan sedimentasi sungai, degradasi lahan pertanian, gangguan fungsi ekosistem, serta dampak sosial-ekonomi bagi masyarakat. Berdasarkan kerangka DPSIR, strategi pengelolaan lingkungan yang direkomendasikan meliputi penerapan konservasi vegetatif berakar dalam, perbaikan sistem drainase lereng, edukasi masyarakat, serta integrasi mitigasi longsor dalam perencanaan tata ruang desa guna mengurangi risiko deformasi longsor secara berkelanjutan.

Landslides represent a significant environmental hazard in Indonesia, particularly in hilly regions with high rainfall intensity. Kalisari Hamlet, Margoyoso Village, Magelang Regency, is an agricultural slope area that is geomorphologically and geologically highly vulnerable to landslide deformation. This study aims to examine the physical characteristics of landslides and their deformation potential, analyze the effects of landslide deformation on environmental damage, and formulate appropriate environmental management strategies for the study area. This research method is carried out through slope stability analysis by calculating the slope safety factor using the Janbu method processed with the help of Rocscience Slide software. This analysis aims to determine the level of slope stability and the potential for deformation or landslides. The safety factor value obtained is then used to identify the level of slope vulnerability to landslides. Furthermore, the formulation of environmental management strategies is carried out using the DPSIR (Driving Force–Pressure–State–Impact–Response) approach to analyze the relationship between driving factors, pressures that affect slope conditions, changes in environmental conditions, the resulting impacts, and responses or management strategies that can be applied in landslide disaster mitigation efforts. The results indicate that the slopes in Kalisari Hamlet exhibit physical characteristics highly prone to deformation, including steep to very steep slope gradients (16°–55°), fine-textured soils with low cohesion and internal friction angles, and the presence of cracks that enhance water infiltration. Slope stability analysis shows a factor of safety value of 0.828 on vegetated slopes and safety value 0,315 on non vegetated slopes, indicating an unstable condition with a high potential for landslide occurrence. Landslide deformation poses significant environmental risks, including rapid loss of vegetation cover, increased erosion and downstream sedimentation, degradation of agricultural land, disruption of ecosystem functions, and adverse socio-economic impacts on local communities. Based on the DPSIR framework, the recommended environmental management strategies include the application of deep-rooted and fibrous vegetation for slope reinforcement, improvement of slope drainage systems, community education, and the integration of landslide risk mitigation into village spatial planning to sustainably reduce landslide hazards.

Kata Kunci : Kerusakan lingkungan, Deformasi Longsor, Strategi Pengelolaan Lingkungan

  1. S2-2026-528794-abstract.pdf  
  2. S2-2026-528794-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-528794-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-528794-title.pdf