Kualitas Lingkungan Permukiman di Kecamatan Cangkringan dan Kecamatan Depok dan Hubungannya dengan Aspek Sosial Ekonomi
Rina Dwi Hartanti, Drs. Su Ritohardoyo, M.A.; Drs. Risyanto, M.S.
2006 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPenelitian ini dilakukan di Kecamatan Cangkringan yang termasuk daerah perdesaan dan Kecamatan Depok, yang termasuk daerah perkotaan. Berdasarkan hal itu, maka penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat perbedaan kualitas lingkungan permukiman antara daerah perkotaan dan perdesaan, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kualitas lingkungan permukiman dan factor yang berpengaruh dominant terhadap kualitas lingkungan permukiman baik di perkotaan maupun di perdesaan. Metode penelitian yang digunakan yaitu survai dan wawancara, responden adalah kepala keluarga yang memiliki rumah sendiri. Pemilihan sampel dilakukan secara quota sampling, yaitu memilih sampel yang memiliki ciri-ciri tertentu dalam jumlah atau kuota yang diinginkan. Data-data yang didapat selanjutnya diolah menggunakan analisis statistik Independent T Test, Correlation Product Moment dan Multiple Regression. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu kualitas lingkungan permukiman di perkotaan ternyata relative lebih baik di perdesaan. Factor yang mempengaruhi kualitas lingkungan permukiman adalah tingkat pendidikan kepala keluarga, tingkat pendapatan keluarga, jumlah anggota keluarga, jumlah cara perawatan dan frekuensi perawatan. Factor dominant yang berpengaruh terhadap kualitas lingkungan permukiman di perkotaan adalah tingkat pendapatan keluarga, sementara di perdesaan adalah tingkat pendidikan kepala keluarga. Arahan pengembangan yang dapat dilakukan untuk daerah perkotaan yaitu menjaga dan mengendalikan. pertumbuhan permukiman sehingga pada masa yang akan datang tidak terjadi daerah kumuh (slum area), dan untuk daerah perdesaan yaitu mendorong pertumbuhan wilayah agar menjadi lebih berkembang sehingga pada akhirnya permukimannya juga akan menjadi semakin baik.
This research was conducted in Cangkringan subdistrict, which locates in a rural area and Depok subdistrict, which locates in an urban area. Responding to the above situation, this research aims to study the degree of difference of housing and environment quality in rural area and urban area. The methode used in this research is survey and interview; the respondents are family heads who dwell their own house. The sample selection is done through quota sampling, i.e., taking samples that have certain characteristic in a desired number. The data were processed in statistic analyses: Independent T Test, Correlation Product Moment ang Multiple regression. This research results reveal that the housing and environmental quality in urban area is relatively better than in rural area. The factors that affect housing and environmental quality are educational degree of family head, level of income of family, numbers of family members, number of the way treatment and frequency of treatment. The dominant factor that affect housing and environmental quality in urban area is level of family income, while in rural area is educational degree of family head. The guidance developing in urban area are keeping and controlling housing growth which the hope in the next there aren't slum area; while in rural area is to push forward regional growth to be better and to the end the housing and environmental quality will be better too.
Kata Kunci : permukiman, desa, kota, housing, rural, urban