Pengukuran Kandungan Nutrisi pada Hay Indigofera zollingeriana dengan Pengeringan Rotary Dryer terhadap Variasi Suhu, Lama Pemanasan, dan Waktu Simpan
Ni Made Diah Paramitha, Prof. Ir. Nafiatul Umami, S.Pt., MP., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.; Ir. Dimas Hand Vidya Paradhipta, S.Pt., M.Sc, Ph.D., IPP.
2026 | Tesis | S2 Ilmu Peternakan
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi
suhu pengeringan, lama pemanasan, dan waktu penyimpanan yang optimal dalam
mempertahankan kandungan nutrisi Hay Indigofera zollingeriana, serta
untuk mengevaluasi ada tidaknya interaksi antara suhu pengeringan dan lama
pemanasan terhadap kualitas nutrisi hay yang dihasilkan. Penelitian menggunakan
rancangan acak lengkap pola faktorial 2 × 3 dengan dua suhu pengeringan (90 dan
100°C) serta tiga lama pemanasan (3, 4, dan 5 jam), masing-masing direplikasi
sebanyak 3 kali. Hay yang telah dibuat disimpan dengan lama penyimpanan selama
60 hari. Parameter yang diamati meliputi komposisi fisik yaitu warna, dan komposisi
kimia yaitu bahan kering (BK), bahan organik (BO), protein kasar (PK), lemak
kasar (LK), serat kasar (SK), bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN), kecernaan
bahan kering (KcBK), kecernaan bahan organik (KcBO), fraksi serat Neutral
Detergent Fiber (NDF) dan Acid Detergent Fiber (ADF). Data
dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji
Duncan’s New Multiple Range Test (DMRT) apabila terdapat perbedaan nyata
antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan lama pemanasan
menggunakan rotary dryer berpengaruh nyata (P<0>0,05) baik sebelum maupun setelah penyimpanan.
Kesimpulannya adalah perlakuan
terbaik diperoleh pada suhu 90°C dengan lama pemanasan 4 jam (T1-D2), yang
mampu mempertahankan komposisi nutrisi dan kestabilan kualitas Hay
selama penyimpanan.
The study aimed to determine the optimal
combination of drying temperature, heating duration, and storage period in
maintaining the nutritional quality of Indigofera zollingeriana hay, as
well as to evaluate the interaction between drying temperature and heating
duration on the resulting hay quality. The experiment was conducted using a 2 ×
3 factorial completely randomized design, consisting of two drying temperatures
(90 and 100°C) and three heating durations (3, 4, and 5 h), with three
replications per treatment. The produced hay was stored for 60 days. Observed
parameters included physical characteristics (color) and chemical composition,
namely dry matter (DM), organic matter (OM), crude protein (CP), ether extract
(EE), crude fiber (CF), nitrogen-free extract (NFE), in vitro dry
matter digestibility (IVDMD), in vitro organic matter
digestibility (IVOMD), and fiber fractions Neutral Detergent Fiber (NDF)
and Acid Detergent Fiber (ADF). Data were analyzed using analysis of
variance (ANOVA), and significant differences among treatments were further
evaluated using Duncan’s New Multiple Range Test (DMRT). The results
showed that drying temperature and heating duration using a rotary dryer
significantly affected (P<0>0.05), either before or after
storage. The conclusion is that the best treatment was obtained at a
temperature of 90°C with a heating duration of 4 hours (T1-D2), which was able
to maintain the nutrient composition and stability of hay quality during
storage.
Kata Kunci : Hay,Indigofera zollingeriana, kualitas nutrisi, rotary dryer, waktu simpan,Hay, Indigofera zollingeriana, nutritional quality, rotary dryer, storage period