Perbedaan Kadar Asam Askorbat Jeruk Keprok (Citrus nobilis) Yang Disimpan Dalam Kulkas Dengan Yang Dibiarkan Di tempat Terbuka
Ade Haseman, Dr. dr. Zainal Arifin N.A., S.U. ; dr. Untung Widodo, Ph.D.
1995 | Skripsi | S1 KEDOKTERANVitamin merupakan komponen penting dalam makanan meski dibutuhkan dalam jumlah relatif sedikit oleh tubuh manusia. Vitamin C juga dinamakan asam askorbat karena memiliki efek anti askorbat, penyakit yang ditandai adanya tendensi terjadinya perdarahan, perubahan patologis pada gigi dan gusi. Jaringan ikat, epitel pembuluh darah , struktur intra seluller dipengaruhi oleh vitamin C. Sumber vitamin C terutama adalah buah jeruk, arbei, semangka, tomat, cabe hijau, kol merah dan sayur-sayuran berdaun hijau. Vitamin C mudah larut di dalam air, mudah rusak oleh pemanasan, mudah dioksidasi dan juga mudah rusak oleh penyimpanan. Pada penelitian ini subyek yang diteliti adalah kadar vitamin C jeruk Keprok (Citrus nobilis) yang disimpan dalam kulkas dan di tempat terbuka selama tiga hari. Pengukuran kadar vitamin C jeruk Keprok dilakukan dengan metode titrasi 2,6-diklorofenol-indofenol (DIP). Analisis statistik yang digunakan adalah t-test untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang bermakna antara kandungan vitamin C pada jeruk Keprok yang dibiarkan di tempat terbuka (27-29° C) dengan yang disimpan di dalam kulkas (4-6° C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara penurunan kadar vitamin C dalam jeruk yang disimpan di dalam kulkas dengan yang dibiarkan di tempat terbuka (p>0,05).
Kata Kunci : kadar asam askorbat, jeruk keprok