Laporkan Masalah

Daya Antibakteri Rebusan Daun Nanas Kerang (Rhoeo Discolor terhadap Shigella Flexneri in Vitro

Atik Juniarsih , Dr. Praseno.; dr. Soesanto Tjokrosonto, MD, DTM&h, PhD.

1999 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Nanas kerang (Rhoeo discolor) telah dikenal sebagai obat tradisional oleh masyarakat Indonesia. Daun nanas kerang maupun bunganya secara tradisional dipakai untuk mengobati berbagai macam penyakit. Penggunaan rebusan daun nanas kerang sebagai obat disentri basiler selama ini hanya berdasarkan pengalaman dan belum dibuktikan secara ilmiah. Telah dilakukan penelitian Daya Antibakteri Rebusan Daun Nanas Kerang (Rhoeo discolor) terhadap Shigella flexneri secara in vitro di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui spektrum daya antibakteri rebusan daun nanas kerang terhadap Shigella flexneri. Metode yang digunakan adalah Macro Broth Dilution (MBD) dan konsentrasi rebusan daun nanas kerang yang digunakan adalah 100% b/v, 50% b/v, dan 25% b/v. Masing-masing konsentrasi dilakukan uji sensitifitas terhadap Shigella flexneri. Pengaruh rebusan daun nanas kerang ditentukan dengan menilai Minimal Inhibitor Consentration (MIC) dari pertumbuhan Shigella flexneri. Pembacaan MIC didasarkan yang memperlihatkan daya antibakteri rebusan daun nanas kerang pada tabung yang terlihat jernih. pada konsentrasi terendah

-

Kata Kunci : Nanas kerang (Rhoeo discolor), obat tradisional, disentri

  1. S1-FKU-1999-94576-Atik-Juniarsih-abstract.pdf  
  2. S1-FKU-1999-94576-Atik-Juniarsih-bibliography.pdf  
  3. S1-FKU-1999-94576-Atik-Juniarsih-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKU-1999-94576-Atik-Juniarsih-title.pdf