Hubungan antara Kecenderungan Neurosis dengan PrestasiPendidikan Agama Islam pada Siswa Kelas III STM Muhammadiyah Klaten
Arqu Aminnuzab , Dr.dr. Soewadi.MPH.; dr. Mansyur Romi, SU
1994 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kecenderungan neurosis dengan prestasi pendidikan agama Islam. Gangguan jiwa neurosis merupakan gangguan jiwa ringan dengan gejala utama timbulnya kecemasan dan terutama disebabkan oleh faktor psikologis. Pembekalan pengetahuan keagamaan dapat memberikan sumbangan dalam menciptakan ketenangan dan kebahagiaan hidup manusia. Juga dapat menghindarkan manusia dari gangguan jiwa yang disebabkan oleh gon- cangan jiwa atau gangguan perasaan lainnya. Penelitian ini dilakukan pada siswa-siswa kelas III STM Muhammadiyah Klaten tahun ajaran 1993/1994. Pengukuran kecenderungan neurosis dilakukan dengan Eysech Inventory Questioner. Sedangkan prestasi pendi- dikan Agama Islam dilihat dari Nilai murni tes Agama Islam pada ujian semesteran. Dari 200 responden hanya 59 yang memenuhi syarat sebagai subyek penelitian. terdiri dari 43 siswa dengan kecenderungan neurosis positif (72 %) dan 16 siswa dengan kecenderungan neurosis negatif (27 %). Peneli- tian ini menunjukkan nilai rata-rata agama Islam siswa dengan kecenderungan neurosis positif 6,49 dengan standart deviasi 0,93. Sedangkan nilai rata-rata agama Islam siswa dengan kecenderungan neurosis negatif 6,22 dengan standart deviasi 1,04. Untuk menarik kesimpulan dari data tersebut dilakukan uji kemaknaan dengan uji Z. Hasil perhitungan diperoleh nilai Z = 0,9116 dengan P 0,05. Ini berarti bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara kecenderungan neurosis dengan prestasi pendidikan Agama Islam.
-
Kata Kunci : Prestasi pendidikan, gangguan jiwa, neurosis