Analisis Perubahan Penggunaan Lahan Pertanian dengan Metode OBIA di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten Tahun 2019 s.d 2024
Fitri Slamet Rahayu, Dr. Ir. Diyono, S.T., M.T., IPU.
2026 | Skripsi | TEKNIK GEODESI
Perubahan
penggunaan lahan pertanian menjadi lahan non-pertanian merupakan isu dalam pembangunan
berkelanjutan, terutama di daerah yang mengalami tekanan pembangunan
infrastruktur. Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, sebagai wilayah agraris yang
dilalui jalan tol Solo-Yogyakarta, mengalami dinamika konversi lahan yang
signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan penggunaan
lahan pertanian selama periode 2019-2024 menggunakan metode Object-Based
Image Analysis (OBIA), memetakan distribusi spasial perubahan yang terjadi,
serta mengevaluasi kesesuaian penggunaan lahan aktual dengan arahan Rencana Tata
Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Klaten Tahun 2021-2041.
Penelitian
ini menggunakan citra satelit PlanetScope tahun 2019 dan 2024. Analisis
dilakukan melalui pendekatan OBIA dengan tahapan segmentasi citra menggunakan
algoritma Mean Shift, ekstraksi fitur spektral melalui zonal
statistics, dan klasifikasi berbasis Support Vector Machine (SVM).
Penggunaan lahan diklasifikasikan ke dalam delapan kelas: pertanian,
permukiman, perdagangan, pendidikan, sarana pelayanan umum, tempat ibadah,
keolahragaan, dan infrastruktur. Analisis perubahan menggunakan metode cross-tabulation
untuk membandingkan kedua periode, dan hasil klasifikasi dikelompokkan sesuai
kategori RTRW untuk analisis kesesuaian menggunakan teknik tumpang susun
spasial.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan pertanian mengalami penurunan dari 1290,255 Ha (69,99%) pada tahun 2019 menjadi 1230,646 Ha (66,40%) pada tahun 2024, dengan konversi terbesar menuju permukiman seluas 58,200 Ha dan infrastruktur seluas 34,540 Ha. Uji akurasi klasifikasi menghasilkan Overall Accuracy sebesar 89,47% untuk tahun 2019 dan 89,28% untuk tahun 2024, dengan Index Kappa masing-masing 0,87 dan 0,89. Konversi lahan terkonsentrasi di sepanjang koridor jalan utama dan sekitar exit tol Ngawen, terutama di Desa Mayungan, Drono, Senden, Ngawen, dan Manjungan. Analisis kesesuaian dengan RTRW menunjukkan tingkat kesesuaian sebesar 72,71% (1340,33 Ha), sedangkan ketidaksesuaian mencapai 27,29% (502,97 Ha), dengan ketidaksesuaian terbesar berupa konversi Kawasan Tanaman Pangan menjadi Kawasan Permukiman seluas 329,58 Ha (17,88%). Metode OBIA dapat direkomendasikan sebagai pendekatan yang efektif untuk pemantauan perubahan penggunaan lahan dan evaluasi kesesuaian tata ruang wilayah.
The
conversion of agricultural land to non-agricultural uses is a key issue in
sustainable development, especially in areas experiencing infrastructure
development pressures. Ngawen Subdistrict, Klaten Regency, as an agrarian
region traversed by the Solo–Yogyakarta toll road, has experienced significant
land conversion dynamics. This study aims to analyze changes in agricultural
land use during the 2019-2024 period using the Object-Based Image Analysis
(OBIA) method, map the spatial distribution of these changes, and evaluate the
conformity of actual land use with the Klaten Regency Spatial Plan (RTRW) for
2021-2041.
This
research utilized PlanetScope satellite imagery from 2019 and 2024. Analysis
was conducted using the OBIA approach with image segmentation employing the
Mean Shift algorithm, spectral feature extraction through zonal statistics, and
classification based on the Support Vector Machine (SVM) method. Land use was
classified into eight categories: agriculture, settlement, commerce, education,
public service facilities, places of worship, sports facilities, and
infrastructure. Change analysis was performed using cross-tabulation to compare
both periods, and classification results were grouped according to RTRW
categories for conformity analysis using spatial overlay techniques.
The
results show that agricultural land decreased from 1,290.26 ha (69.99%) in 2019
to 1,230.65 ha (66.40%) in 2024, with the largest conversions to settlements
(58.20 ha) and infrastructure (34.54 ha). Classification accuracy tests
produced an overall accuracy of 89.47% for 2019 and 89.28% for 2024, with Kappa
indices of 0.87 and 0.89, respectively. Land conversion was concentrated along
main road corridors and around the Ngawen toll exit, particularly in the
villages of Mayungan, Drono, Senden, Ngawen, and Manjungan. Conformity analysis
with the RTRW indicated a conformity level of 72.71% (1,340.33 ha), while
non-conformity reached 27.29% (502.97 ha), with the largest non-conformity
being the conversion of Food Crop Areas to Settlement Areas, covering 329.58 ha
(17.88%). The OBIA method can be recommended as an effective approach for
monitoring land use changes and evaluating spatial plan conformity.
Kata Kunci : Object-Based Image Analysis (OBIA), perubahan penggunaan lahan, RTRW, PlanetScope