Laporkan Masalah

DARI RUMAH KE SEKOLAH: PENGARUH KEPEMILIKAN DAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI DALAM RUMAH TANGGA TERHADAP KETERAMPILAN AKADEMIK DASAR ANAK DI INDONESIA (STUDI KASUS IFLS 4 DAN IFLS 5)

Bariklia Hayyaly, Catur Sugiyanto, Prof., Dr., MA.

2026 | Skripsi | ILMU EKONOMI

Perkembangan teknologi yang semakin pesat telah menjadikan perangkat teknologi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan keluarga, termasuk bagi anak-anak. Situasi ini memberikan peluang dalam mendukung proses pembelajaran, tetapi juga berpotensi menjadi distraksi apabila tidak dimanfaatkan secara tepat. Di tengah rendahnya capaian akademik siswa Indonesia, penting untuk memahami bagaimana peran teknologi dalam memengaruhi keterampilan akademik dasar anak, seperti literasi dan numerasi. Analisis dilakukan menggunakan data Indonesia Family Life Survey (IFLS) gelombang ke-4 (2007) dan ke-5 (2014) dengan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan mencakup analisis deskriptif, uji beda rata-rata, uji chi-square, serta estimasi regresi linear (OLS) dengan mempertimbangkan berbagai variabel kontrol, yang mencakup karakteristik individu, rumah tangga, dan lingkungan/sosial.

Hasil menunjukkan bahwa kepemilikan dan penggunaan teknologi dalam rumah tangga berasosiasi dengan keterampilan akademik dasar anak, meskipun tidak selalu signifikan secara statistik. Pada periode yang lebih terkini, teknologi cenderung berasosiasi positif dan signifikan, terutama dalam konteks penggunaannya. Namun, terdapat perbedaan pola antarjenjang pendidikan, di mana pada tingkat sekolah dasar (SD), teknologi cenderung berkorelasi negatif, sedangkan pada jenjang yang lebih tinggi (SMP), asosiasi yang ditunjukkan menjadi lebih positif dan kuat. Temuan ini menegaskan bahwa teknologi bukan merupakan faktor utama penentu capaian akademik anak, melainkan berfungsi sebagai faktor pendukung yang efektivitasnya bergantung pada penggunaan, tahap perkembangan anak, serta lingkungan belajar di sekitarnya.

Rapid technological advancements have made technological devices an integral part of family life, including for children. This situation presents opportunities to support the learning process, but also has the potential to become a distraction if not used appropriately. Given the low academic achievement of Indonesian students, it is important to understand how technology influences children’s basic academic skills, such as literacy and numeracy. The analysis was conducted using data from the fourth (2007) and fifth (2014) waves of the Indonesia Family Life Survey (IFLS) using a quantitative approach. The methods employed include descriptive analysis, t-tests, chi-square tests, and ordinary least squares (OLS) regression estimates, accounting for various control variables, including individual, household, and environmental/social characteristics.

The results indicate that household technology ownership and usage are associated with children’s basic academic skills, though not always statistically significant. In more recent periods, technology tends to be positively and significantly associated, particularly in the context of its use. However, there are differing patterns across educational levels: at the elementary school (SD) level, technology tends to have a negative correlation, whereas at higher levels (SMP), the association becomes more positive and stronger. These findings confirm that technology is not the primary determinant of children’s academic achievement but rather functions as a supporting factor whose effectiveness depends on its use, the child’s developmental stage, and the surrounding learning environment.

Kata Kunci : Kata Kunci: Kepemilikan Teknologi, Penggunaan Teknologi, Keterampilan Akademik, Anak, Jenjang Pendidikan, IFLS, OLS / Keywords: Technology Ownership, Technology Use, Academic Skills, Children, Educational Level, IFLS, OLS

  1. S1-2026-498090-abstract.pdf  
  2. S1-2026-498090-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-498090-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-498090-title.pdf