Laporkan Masalah

Peran Kebermaknaan Hidup terhadap Kesiapan Menikah Dewasa Awal

Naila Afia Nur Fathimah, Dr. Arum Febriani, S.Psi., M.A.

2026 | Skripsi | PSIKOLOGI

Abstrak.  Pernikahan merupakan salah satu tahapan penting dalam perkembangan individu yang memerlukan adanya kesiapan yang matang. Salah satu faktor protektif yang berpotensi berperan dalam meningkatkan kesiapan menikah adalah kebermaknaan hidup. Kebermaknaan hidup terdiri atas dua dimensi, yaitu kehadiran makna (presence of meaning) dan pencarian makna (search for meaning). Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran kebermaknaan hidup terhadap kesiapan menikah pada individu dewasa awal. Penelitian ini melibatkan 374 partisipan berusia 18-25 tahun untuk mengisi skala Kebermaknaan Hidup dan skala Kesiapan Menikah secara daring. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif non-eksperimental dengan analisis regresi berganda. Hipotesis penelitian ini adalah kebermaknaan hidup (kehadiran makna dan pencarian makna) berperan terhadap kesiapan menikah pada dewasa awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebermaknaan hidup berpengaruh secara positif signifikan terhadap kesiapan menikah, tetapi secara dimensi hanya kehadiran makna yang memiliki signifikansi terhadap kesiapan menikah. Temuan ini menunjukkan bahwa kebermaknaan hidup yang telah terbentuk (presence of meaning) lebih relevan dalam memprediksi kesiapan menikah dibandingkan proses pencarian makna (search for meaning) itu sendiri. 



Abstract.  Marriage is one of the important stages in an individual’s development that requires thorough preparation. One protective factor that may play a role in enhancing readiness for marriage is meaning in life. Meaning in life consists of two dimensions: the presence of meaning and the search for meaning. This study aims to examine the role of meaning in life on marriage readiness among young adults. The study involved 374 participants aged 18–25 years who completed the Meaning in Life Questionnaire and the Marriage Readiness Scale online. This study employed a non-experimental quantitative approach using multiple regression analysis. The research hypothesis is that the meaning of life (presence of meaning and search for meaning) influences marriage readiness among young adults.  The results indicate that meaning in life has a significant positive effect on marriage readiness; however, among its dimensions, only the presence of meaning is significant for marriage readiness. These findings suggest that the presence of meaning in life is a more relevant predictor of readiness for marriage than the search for meaning itself.



Kata Kunci : kebermaknaan hidup, kesiapan menikah, dewasa awal

  1. S1-2026-499697-abstract.pdf  
  2. S1-2026-499697-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-499697-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-499697-title.pdf