Laporkan Masalah

Persepsi Petani Terhadap Motivasi mengikuti Program Serap Gabah Di Kapanewon Godean Kabupaten Sleman

Oriza Atthaya Shevandaputri, Alia Bihrajihant Raya, S.P., M.P., Ph.D.

2026 | Skripsi | PENYULUHAN & KOMUNIKASI PERTANIAN

Program serap gabah merupakan kebijakan pemerintah untuk petani padi yang bertujuan untuk membantu dan mensejahterakan petani. Pemerintah menetapkan kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk membeli gabah secara langsung dari petani melalui BULOG. Pelaksanaan program serap gabah masih mengahadapi berbagai kendala, diantaranya persyaratan administrasi yang rumit, luas lahan sawah di Kapanewon Godean yang sempit, kebiasaan petani menjual gabah ke tengkulak dan informasi program serap gabah belum menyebar secara merata ke seluruh petani. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani pada program serap gabah, serta menganalisis pengaruh peran penyuluh pertanian dan peran kelompok tani terhadap persepsi dan motivasi petani tetap mengikuti program serap gabah di Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis deskriptif untuk menguji hipotesis serta hubungan antar variabel. Pengambilan data menggunakan purposive sampling terhadap 53 petani yang mengikuti program serap gabah di Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji proporsi untuk mengetahui tingkat persepsi petani pada program serap gabah dan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji model pengukuran (outer model) dan model struktural (inner model) secara bersamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani memiliki persepsi yang baik pada program serap gabah. Hasil analisis SEM-PLS menunjukkan bahwa peran penyuluh pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi petani pada program serap gabah serta persepsi petani pada program serap gabah berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi petani tetap mengikuti program serap gabah. Selain itu, peran penyuluh pertanian berpengaruh secara tidak langsung terhadap motivasi petani tetap mengikuti program serap gabah melalui persepsi petani pada program serap gabah.

The paddy procurement program is a government policy for rice farmers that aims to help and improve the welfare of farmers. The government has established a Government Purchase Price (HPP) policy to purchase rice directly from farmers through BULOG. The implementation of the paddy procurement program still faces various obstacles, including complicated administrative requirements, limited rice fields in Kapanewon Godean, farmers' habit of selling rice to middlemen, and information about the paddy procurement program has not been evenly distributed to all farmers. Therefore, this study aims to analyze farmers' perceptions of the paddy procurement program, as well as to analyze the influence of the role of agricultural extension workers and farmer groups on farmers' perceptions and motivation to continue participating in the paddy procurement program in Kapanewon Godean, Sleman Regency. This study uses a quantitative approach with descriptive analysis methods to test hypotheses and the relationship between variables. Data collection used purposive sampling of 53 farmers participating in the paddy procurement program in Kapanewon Godean, Sleman Regency. Data analysis was conducted using a proportion test to determine farmers' perceptions of the paddy procurement program and Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) to simultaneously test the measurement model (outer model) and structural model (inner model). The results showed that the majority of farmers had a positive perception of the paddy procurement program. The SEM-PLS analysis showed that the role of agricultural extension workers had a positive and significant effect on farmers' perceptions of the paddy procurement program, and that farmers' perceptions of the paddy procurement program had a positive and significant effect on farmers' motivation to continue participating in the paddy procurement program. Furthermore, the role of agricultural extension workers indirectly influenced farmers' motivation to continue participating in the paddy procurement program through farmers' perceptions of the paddy procurement program.

Kata Kunci : program serap gabah, persepsi petani, peran penyuluh pertanian, peran kelompok tani, motivasi petani

  1. S1-2026-505639-abstract.pdf  
  2. S1-2026-505639-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-505639-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-505639-title.pdf