Pemanfaaran Bantuan Alat dan Mesin Pertanian di Kalurahan Margodadi Kapanewon Seyegan Kabupaten Sleman
Narisha Hanandysa Zahra, Dr. Dyah Woro Untari, S. P., M. P.
2026 | Skripsi | PENYULUHAN & KOMUNIKASI PERTANIAN
Peningkatan produktivitas beras menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam mencapai swasembada beras. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mencapai kondisi tersebut, salah satunya dengan menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian kepada kelompok tani yang ada di seluruh Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat pemanfaatan bantuan alsintan di Kalurahan Margodadi, dan (2) mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pemanfaatan bantuan alsintan di Kalurahan Margodadi. Penelitian ini berbentuk kuantitatif-deskriptif yang dilaksanakan pada bulan Januari 2026 di Kalurahan Margodadi. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan uji proporsi untuk mengetahui tingkat pemanfaatan alsintan serta regresi linier berganda dengan metode backward untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh. Variabel yang diteliti meliputi karakteristik petani (umur, tingkat pendidikan, jenis kelamin, pengalaman bertani, dan keaktifan dalam kelompok), kapasitas petani (pengetahuan, sikap, dan keterampilan), serta dukungan kelembagaan dan sistem sosial (peran penyuluhan, kelompok tani, dan layanan perbaikan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan alsintan tergolong tinggi. Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan alsintan adalah sikap petani dan layanan perbaikan. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan alsintan tidak hanya dipengaruhi oleh ketersediaan alat, tetapi juga oleh kesiapan petani dan dukungan kelembagaan. Dengan demikian, peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan serta penguatan layanan perbaikan dan kelembagaan diperlukan untuk mendukung pemanfaatan alsintan yang optimal dan berkelanjutan.
Increasing rice productivity is one of the government's main focuses in achieving rice self-sufficiency. The government has made various efforts to achieve this condition, one of which is by distributing aid for agricultural tools and machines to farmer groups throughout Indonesia. This research aims to: (1) determine the level of utilisation of alsintan assistance in Margodadi Village, and (2) determine the factors that influence the utilisation of alsintan assistance in Margodadi Village. This research is in quantitative descriptive form which was carried out in January 2026 in Margodadi Village. Data collection was carried out through questionnaires, interviews and documentation studies. Data analysis uses proportion tests to determine the level of utilisation of alsintan and multiple linear regression using the backward method to identify influencing factors. The variables used in this research included characteristics of farmers (age, level of education, gender, farming experience, and activeness in groups), farmer capacity (knowledge, attitudes, and skills), and institutional and social system support (extension role, farmer group, and repair services). The results showed that the utilisation rate of alsintan was high. Factors that have a significant influence on the use of alsintan are farmer attitudes and repair services. These findings suggest that the utilisation of alsintan is not only influenced by the availability of tools, but also by farmer readiness and institutional support. Thus, increasing farmer capacity through training and strengthening repair and institutional services is needed to support optimal and sustainable use of alsintan.
Kata Kunci : Bantuan Alsintan, Faktor yang Memengaruhi, Kalurahan Margodadi, Pemanfaatan, Rice transplanter, Traktor Roda Dua Singkal