Kegigihan Petani Pegunungan dalam Strategi Penghidupan di Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung
Hepy Handayani, Dr. Dyah Woro Untari, S.P., M.P
2026 | Skripsi | PENYULUHAN & KOMUNIKASI PERTANIAN
Penelitian ini mengkaji kegigihan petani di wilayah pegunungan dalam mempertahankan praktik pertaniannya ditengah kerentanan ekologis dan struktural yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konteks kerentanan, aset penghidupan, serta strategi yang mereka pilih, Penelitian ini menggunakan pendekatan pendekatan kualitatif dengan analisis tematik yang difasilitasi oleh software Nvivo. Penelitian dilakukan di Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung pada tanggal 8-11 Desember 2025 dengan mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, life history, dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukan bahwa petani menghadapi tiga bentuk kerentanan yakni tren, musiman, dan guncangan. Dalam kondisi tersebut, aset sosial dan aset manusia menjadi sumber daya utama yang menopang keberlangsungan penghidupan. Petani mengembangkan strategi respon yang adaptif dan kontekstual sesuai dengan bentuk kerentanan yang dihadapi. Keberlanjutan praktik pertanian tidak hanya ditentukan oleh faktor material, tetapi juga dimensi kegigihan yang meliputi orientasi tujuan jangka panjang, keberanian mengambil risiko, kemampuan mengelola ketakutan akan kegagalan, serta ketangguhan dalam menghadapi keterbatasan sumber daya.
This research examines the persistence of farmers in mountainous areas in maintaining their agricultural practices amid the ecological and structural vulnerabilities they face. This study aims to examine the context of vulnerability, livelihood assets, and the strategies they choose. This research uses a qualitative approach with thematic analysis facilitated by Nvivo software. The research was conducted in Bulu District, Temanggung Regency on December 8-11, 2025 by collecting data through in-depth interviews, participatory observation, life history, and Focus Group Discussion (FGD). The results of the study show that farmers face three forms of vulnerability, namely trends, seasonal, and shocks. Under these conditions, social assets and human assets become the main resources that support the sustainability of livelihoods. Farmers develop adaptive and contextual response strategies according to the forms of vulnerability they face. The sustainability of agricultural practices is not only determined by material factors but also by a dimension of perseverance that includes long-term goal orientation, the courage to take risks, the ability to manage fear of failure, and persistence in facing resource limitations.
Kata Kunci : Kata Kunci: Kegigihan, sustainable livelihoods, kerentanan, aset penghidupan, strategi penghidupan, analisis tematik