Laporkan Masalah

PERAN PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN BP4 WILAYAH III SEYEGAN DALAM ADAPTASI PRANATA MANGSA UNTUK MENDUKUNG KEBERLANJUTAN PERTANIAN DI KABUPATEN SLEMAN

Rahma Dewi Fortuna, Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A.

2026 | Skripsi | PENYULUHAN & KOMUNIKASI PERTANIAN

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Penyuluh Pertanian Lapangan BP4 Wilayah III Seyegan dalam adaptasi kearifan lokal pranata mangsa untuk mendukung keberlanjutan pertanian di Kabupaten Sleman. Perubahan iklim yang menyebabkan ketidakpastian musim tanam mendorong perlunya integrasi antara pengetahuan lokal dan teknologi modern. Pranata mangsa sebagai sistem penanggalan tradisional memiliki potensi sebagai pedoman adaptasi berbasis ekologis, namun penggunaannya mulai menurun akibat modernisasi pertanian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan ditentukan secara purposive sampling yang melibatkan penyuluh dan petani. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan forum group discussion (FGD), kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh berperan sebagai agen yang mendampingi petani dalam mengintegrasikan pranata mangsa dengan teknologi modern sesuai dengan fungsi agen penyuluhan menurut FAO. Keberhasilan adaptasi dipengaruhi oleh modal komunitas, terutama modal sosial berupa kepercayaan, norma, dan jaringan. Integrasi tersebut berkontribusi dalam mewujudkan sistem pertanian yang adaptif dan berkelanjutan.

This study aims to analyze the role of Agricultural Extension Workers at BP4 Region III Seyegan in adapting the local wisdom of pranata mangsa to support sustainable agriculture in Sleman Regency. Climate change, which causes uncertainty in planting seasons, has driven the need to integrate local knowledge with modern technology. Pranata mangsa, as a traditional seasonal calendar system, has the potential to serve as an ecologically based adaptive guideline; however, its use has been declining due to agricultural modernization. This study employed a qualitative method with a descriptive approach. Informants were selected through purposive sampling, involving extension workers and farmers. Data were collected through interviews, observations, documentation, and focus group discussions (FGDs), and then analyzed descriptively. The findings indicate that extension workers act as agents who assist farmers in integrating pranata mangsa with modern technology, in line with the functions of extension agents as defined by FAO. The success of this adaptation is influenced by community capital, particularly social capital in the form of trust, norms, and networks. This integration contributes to the development of an adaptive and sustainable agricultural system.

Kata Kunci : Peran penyuluh, pranata mangsa, kearifan lokal, keberlanjutan pertanian, modal komunitas.

  1. S1-2026-505171-abstract.pdf  
  2. S1-2026-505171-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-505171-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-505171-title.pdf