Laporkan Masalah

Efisiensi Alokatif Faktor Produksi Usaha Tani Bawang Merah di Kalurahan Karangrejek Kapanewon Wonosari Kabupaten Gunungkidul

Windi Asti Putranti, Anung Pranyoto, S.P., M.P. ; Dr. Hani Perwitasari, S.P., M.Sc.

2026 | Skripsi | SOS.EK. PERTANIAN (AGROBISNIS)

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui faktor-faktor yang menjadi pengaruh bagi produksi bawang merah di Kalurahan Karangrejek, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul; dan (2) mengetahui tingkat efisiensi alokatif usaha tani bawang merah di Kalurahan Karangrejek, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Metode sampling pada penelitian ini menggunakan purposive sampling untuk penentuan lokasi penelitian dan simple random sampling untuk penentuan responden. Jumlah responden sebanyak 54 petani yang menanam bawang merah selama satu musim tanam di Kalurahan Karangrejek. Metode analisis yang digunakan yaitu: (1) Fungsi produksi Cobb-Douglas, (2) Regresi (Ordinary Least Square / OLS), dan (3) analisis efisiensi alokatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) faktor luas lahan, pupuk NPK, dan pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi bawang merah, sedangkan pupuk kandang berpengaruh negatif dan signifikan; (2) bibit, tenaga kerja, dan usia petani tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi; dan (3) penggunaan faktor produksi bawang merah berupa luas lahan belum efisien secara alokatif, sementara pupuk kandang dan pupuk NPK tidak efisien secara alokatif.

The aims of the research were to identify: (1) factors influencing shallot production in Karangrejek Village, Wonosari, Gunungkidul; (2) level of allocative efficiency of shallot farming in Karangrejek Village, Wonosari, Gunungkidul. The research employed purposive sampling to determine the research location and simple random sampling to determine the respondents. The number of respondents was 54 farmers who planted shallots for one planting period in Karangrejek Village. Several analytical methods were used as follows: (1) the Cobb-Douglas production function; (2) regression analysis using the Ordinary Least Square (OLS); and (3) allocative efficiency analysis. The result shows that (1) land area, NPK fertilizer, and education factors have a positive & significant effect on shallot production, while farmyard manure has a negative and significant effect; (2) seeds, labor, and farmer’s age do not have a significant effect on production; (3) the use of production factors in shallot farming, particularly land area, is not allocatively efficient, while farmyard manure and NPK fertilizer are also not allocatively efficient.

Kata Kunci : efisiensi alokatif, produksi, usaha tani bawang merah. / allocative efficiency, production, shallot farming.

  1. S1-2026-480935-abstract.pdf  
  2. S1-2026-480935-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-480935-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-480935-title.pdf