Pemanfaatan citra landsat ETM+ untuk penentuan lokasi potensial bagi pengembangan ekowisata pantai di teluk Selamat Datang Taman Nasional Ujung Kulon Pandeglang banten
Rina Widyastuti, Drs. R. Suharyadi, M.Sc.
2005 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHINTISARI Penelitian ini merupakan terapan penginderaan jauh dan sistem informasi geografis dengan judul Pemanfaatan Citra Landsat ETM+ untuk Penentuan Lokasi Potensial bagi Pengembangan Ekowisata Pantai Teluk Selamat Datang, Taman Nasional Ujung Kulon, Pandeglang, Banten, dengan luas daerah penelitian 26.864,86 Ha, termasuk perairan laut. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji kegunaan Citra Landsat ETM+ dalam memperoleh data parameter kemampuan lahan, melakukan evaluasi kemampuan lahan dan menentukan prioritas pengembangan ekowisata pantai. Metode yang digunakan adalah evaluasi kemampuan lahan dengan metode pengharkatan dan pembobotan untuk ekowisata pantai dan sekitarnya dengan menggunakan teknik penginderaan jauh yang dipadukan dengan Sistem Informasi Geografis. Parameter yang digunakan penelitian ini adalah bentuklahan, penggunaan lahan, kemiringan lereng, kerentanan banjir, kerawanan erosi dan zonasi Taman Nasional. Penentuan prioritas pengembangan ekowisata pantai berdasarkan kelas kemampuan lahan hasil tumpangsusun parameter kemampuan lahan, hasil penilaian kualitas panorama dan zonasi Taman Nasional terkait fungsi konservasi dan perlindungan alam Taman Nasional. Kualitas panorama dinilai secara kuantitatif dan secara kualitatif dengan 11 parameter, yaitu panjang pantai, lebar pantai, lebar muara, tebing terjal, tinggi gelombang, jenis pasir, keindahan, keselamatan laut tepi pantai, kebersihan air, kebersihan/kenyamanan, dan variasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketelitian interpretasi Landsat ETM+ sebesar 86,96 % untuk bentuklahan, dan 91,30% untuk penggunaan lahan. Prioritas pengembangan ekowisata adalah pada Pantai Paniis dan sekitarnya. Berada pada Kawasan Penyangga, yang juga memungkinkan pengembangan dengan bentuk wisata pedesaan yang meliputi obyek wisata seni-budaya dan obyek wisata alam. Penggunaan data penginderaan jauh sangat bermanfaat dalam perolehan data spasial karakteristik lahan yang diperlukan dalam evaluasi kemampuan lahan untuk ekowisata pantai Pengembangan ekowisata dalam kawasan konservasi harus diselenggarakan di bagian kawasan yang secara ekologis stabil dan resisten terhadap gangguan terutama oleh pengunjung, dengan prinsip konservasi edukasi untuk berperan serta dan pemberdayaan masyarakat setempat. Berwisata secara lengkap memerlukan dua unsur pendukung yang membentuk minat untuk berwisata yaitu daya tarik seni-budaya ataupun peninggalan sejarah masa lalu dan daya tarik alamnya.
-
Kata Kunci : Pengembangan ekowisata,Ekowisata pantai,Citra landsat ETM+,Banten