Hipertensi sebagai factor Risiko terjadinya Katarak di Propinsi daerah Istimewa Yogyakarta
Muhammad Anggoro Jati , Prof.dr. Suhardjo, SU, SpM(K).; dr. Angela Nurini Agni, SpM.; MKes
2006 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang Menurut WHO, diperkirakan 180 juta penduduk dunia mengalami gangguan penglihatan, 40 45 juta diantaranya mengalami kebutaan. Kurang lebih 90% dari kasus kebutaan tersebut terdapat di negara berkembang seperti Indonesia, India dan lainnya. Di lain pihak beberapa penelitian menunjukkan bahwa hipertensi merupakan salah satu faktor risiko terjadinya katarak. Penelitian di Barbados menunjukkan bahwa penduduk yang menderita hipertensi dan pengguna obat - obat anti hipertensi memiliki risiko lebih besar untuk terkena katarak. Hipertensi, atau yang sering disebut tekanan darah tinggi, merupakan salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskuler dengan prevalensi yang cukup tinggi terutama di negara negara maju dan di daerah perkotaan di negara berkembang, seperti halnya di Indonesia. Oleh karena itu perlu diteliti hubungan antara hipertensi dengan terjadinya katarak. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar faktor risiko hipertensi pada kejadian katarak Daerah Istimewa Yogyakarta. di Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian cross sectional. Lokasi penelitian di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Subyek penelitian adalah Penduduk yang termasuk dalam populasi penelitian ini yang memenuhi kriteria penelitian. Subyek berjumlah 599 orang. Untuk mencari hubungan antara hipertensi dan terjadinya katarak digunakan uji analisa mantel haenszel. Hasil : Berdasar uji mantel haenszel tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara hipertensi dengan terjadinya katarak secara umum di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan p = 0,9224, OR = 1,06; 95% CI = 0,63 - 1,78. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara hipertensi dengan terjadinya katarak nuklearis dengan p = 0,214, OR = 1,364; 95% CI = 0,84 2,22, dan katarak subkapsular posterior (PSC) dengan p= 1, 050, OR = 1,05; 95% CI = 0,27 - 3,89. Terdapat hubungan yang bermakna antara hipertensi dengan tidak terjadinya katarak kortikalis ( faktor protektif) dengan p = 0,036, OR = 0,506; 95%CI = 0,27 - 0,96. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara hipertensi dengan terjadinya katarak secara umum, katarak nuklearis, dan katarak subkapsular posterior (PSC). Terdapat hubungan bermakna antara hipertensi dengan tidak terjadinya katarak kortikalis (faktor protektif). Perlu adanya usaha untuk meningkatan kesadaran masyarakat tentang faktor faktor resiko katarak dan sebab sebab kebutaan yang lain.
Background: According to WHO, estimated 180 million people in the world get sight disorder, 40 45 million get blindness. Approximately 90% of blindness case exists in developing country like Indonesia, India. In other hand, some research showed that hypertension is one of risk factor for cataract. Research in Barbados showed that people who suffer hypertension and using anti hypertension drugs have bigger risk to get cataract. So it need more research about relation between hypertension and cataract. Objective: This study examines the relationship between hypertension and cataract in Yogyakarta Special Region. Methods: This study use cross sectional design. Conducted in Yogyakarta Special Region. The subject of this study are citizen who includes in this population who appropriate with this study criteria. The amount of subject are 599. For examine the relationship between hypertension and cataract, this study used mantel haenszel test. Result: Following the mantel haenszel test, there was no significant relation between hypertension and cataract in Yogyakarta Special Region (p=0,9224, OR = 1,06; 95% CI = 0,63 1,78). There was no significant relation between hypertension and nuclear cataract (p = 0,214, OR = 1,364; 95% CI = 0,84 2,22), and posterior subcapsular cataract (p = 1, 050, OR = 1,05; 95% CI = 0,27 - 3,89). There were significant relation between hypertension and cortical cataract (protective factor) (p = 0,036, OR = 0,506; 95%CI = 0,27 0,96) Conclusion: There was no hypertension and cataract, posterior. There was hypertension and a significant relation between nuclear cataract, subcapsular significant relation between cortical cataract (protective factor). Effective promotion to community about risk cataract and blindness should be increase.
Kata Kunci : Hipertensi, Katarak, Daerah Istimewa Yogyakarta cross sectional, Provinsi