Laporkan Masalah

Pengaruh pembayaran dividen dan kepemilikan manajerial terhadap kebijakan utang :: Pengujian teori aliran kas bebas

ACHMAD, Komarudin, Prof.Dr. Zaki Baridwan, MSc

2005 | Tesis | S2 Akuntansi

Penelitian ini, berdasarkan data perusahaan dengan kesempatan pertumbuhan rendah, menginvestigasi eksistensi teori aliran kas bebas (FCF). FCF, pembayaran dividen dan kepemilikan manajerial seharusnya memiliki pengaruh terhadap kebijakan utang. Berdasarkan regresi OLS (ordinary least square), penelitian ini memiliki tiga hasil empiris. Pertama, kesempatan pertumbuhan rendah menimbulkan biaya keagenan FCF. Pemegang saham dapat menggeser biaya keagenan FCF kepada kreditur melalui kebijakan peningkatan utang. Peningkatan FCF mempengaruhi kebijakan peningkatan utang. Namun, FCF dan ukuran perusahaan yang secara simultan mempengaruhi kebijakan peningkatan utang mengindikasikan bahwa FCF merupakan insentif bagi manajer untuk melakukan overinvestment melalui pendanaan utang. Kedua, kesempatan pertumbuhan rendah menghasilkan laba rendah dan dividen rendah. Akibatnya, pembayaran dividen tidak mempengaruhi kebijakan utang. Temuan ini mengindikasikan bahwa teori FCF tidak dapat menjelaskan eksistensi pengaruh pembayaran dividen terhadap kebijakan utang. Akhirnya, kepemilikan manajerial memiliki pengaruh penyejajaran (alignment effect) kepentingan antara manajer dan pemegang saham. Pengaruh ini mengurangi biaya keagenan FCF yang dipikul pemegang saham dan kreditur. Oleh karena itu, kepemilikan manajerial mempengaruhi kebijakan penurunan utang.

This study, using the firm data of low growth opportunity, investigates the existence of free cash flow (FCF) theory. FCF, divident payment and managerial ownership ought to affect on the debt policy. Based on OLS (ordinary least square) regression, this study has three empirical results. First, low growth opportunity generates agency cost of FCF. Owners can shift their agency cost of FCF for creditors, through the policy of increasing debt. The increasing of FCF influences the policy of increasing debt. However, the simultaneous effect of FCF and firm size on the policy of increasing debt indicate that FCF is an incentif for managers to conduct overinvestment through the debt financing. Second, low growth opportunity yield low profit and low divident. Consequently, divident payment does not influence the debt policy. This finding indicates that FCF theory cannot explain the existence of divident payment effect on the debt policy. Finally, managerial ownership has the effect of interest alignment between managers and owners. This effect reduces agency cost of FCF shouldered by owners and creditors. Therefore, managerial ownership influences the policy of reducing debt.

Kata Kunci : aliran kas bebas, kesempatan pertumbuhan rendah, pembayaran dividen, kepemilikan manajerial, kebijakan utang, free cash flow, low growth opportunity, divident payment, managerial ownership, debt policy


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.