Kontestasi Strategi Narasi Pemerintah dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Terhadap Program Makan Bergizi Gratis Menggunakan Narrative Policy Framework
Ghalia Nasywa Dikara, Dr. Nunuk Dwi Retnandari, M.Si.
2026 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)
Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia telah memicu perdebatan publik yang signifikan dan kontestasi narasi antara Pemerintah dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), terutama setelah terjadinya insiden keracunan massal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, memetakan, dan menganalisis perbedaan elemen serta strategi narasi yang dikonstruksi oleh kedua koalisi yang bertentangan ini menggunakan Narrative Policy Framework (NPF) pada level meso. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten dari artikel atau dokumen resmi yang dirilis pada awal hingga menjelang akhir tahun 2025. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa Pemerintah cenderung menggunakan angel-shift, containment, dan story of control untuk mempertahankan status quo program dengan membingkai insiden yang terjadi sebagai kesalahan operasional yang dapat dikendalikan. Sementara LSM menggunakan strategi sebaliknya, devil-shift, expansion, dan story of decline, dengan sangat kuat untuk menentang status quo tersebut dengan menggambarkan masalah yang ada sebagai kegagalan sistemik yang menuntut penghentian program dan evaluasi menyeluruh. Melalui perbandingan sistematis terhadap strategi narasi yang berbeda ini, studi ini mengisi celah penting dalam literatur mengenai bagaimana penginisiasi kebijakan dan masyarakat sipil di negara demokrasi berkembang mengkonstruksi narasi yang bersaing di tengah krisis kebijakan. Studi ini berkontribusi memperkaya penerapan NPF dalam konteks kebijakan di Indonesia sekaligus memberikan wawasan bagi pemangku kepentingan untuk menavigasi dan membangun narasi agenda publik yang sistematis.
The implementation of the Free Nutritious Meals (MBG) program in Indonesia has sparked significant public debate and narrative contestation between the Government and Non-Governmental Organizations (NGOs), particularly following an incidents of mass food poisoning. This study aims to identify, map, and analyze the differences in narrative elements and strategies constructed by these two opposing coalitions using the Narrative Policy Framework (NPF) at the meso level. The research employs a qualitative approach with content analysis of articles and official documents released from early to late 2025. The findings reveal that the Government tends to use angel-shift, containment, and story of control to defend status quo of the program by framing the incident as a controllable operational error. Meanwhile, NGOs strongly employ the opposite strategies, devil-shift, expansion, and story of decline to challenge the status quo by portraying the problem as systemic failure demanding the program's termination and comprehensive evaluation. Through a systematic comparison of these different narrative strategies, this study fills an important gap in the literature regarding how policymakers and civil society in developing democracies construct competing narratives during policy crises. This study contributes to enriching the application of the NPF in the Indonesian policy context while also providing insights for stakeholders to navigate and construct a systematic narrative for the public agenda.
Kata Kunci : Narrative Policy Framework, Makan Bergizi Gratis, Narasi Pemerintah, Narasi LSM, Komunikasi Kebijakan