Laporkan Masalah

Penilaian Atraksi, Amenitas, Aksesbilitas, Pelayanan dan Peran Kelembagaan Untuk Keberlanjutan Ekowisata di Desa Ekowisata Pancoh, Kabupaten Sleman

Kendra Rafly Fashahani, Ir. Retno Nur Utami, M.P.

2026 | Skripsi | KEHUTANAN

Desa Ekowisata Pancoh, Kabupaten Sleman, merupakan desa wisata berbasis ekowisata yang berada di kawasan penyangga Cagar Biosfer Merapi Merbabu–Menoreh dan memiliki potensi sumber daya alam serta budaya yang tinggi. Namun demikian, dalam perkembangannya masih dijumpai berbagai tantangan terkait optimalisasi atraksi, amenitas, aksesibilitas, kualitas pelayanan, serta peran kelembagaan dalam mendukung keberlanjutan pengelolaan ekowisata. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja atraksi, amenitas, aksesibilitas, pelayanan, dan peran kelembagaan di Desa Ekowisata Pancoh, untuk berkelanjutan ekowisata. 

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang dilengkapi dengan wawancara kepada pengelola Desa Ekowisata Pancoh, pengunjung, serta masyarakat sekitar kawasan ekowisata. Data dikumpulkan dari 167 responden yang terdiri dari 17 pengelola, 50 masyarakat pelaku wisata dan 100 pengunjung, yang dipilih menggunakan purposive sampling untuk responden pengelola dan masyarakat pelaku wisata, dan accidental sampling untuk responden pengunjung. Analisis data secara deskriptif menggunakan analisis Skala Likert untuk menilai aspek pengelolaan Desa Ekowisata Pancoh. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pengelola, masyarakat pelaku wisata, dan pengunjung terhadap aspek atraksi, amenitas, aksesibilitas, pelayanan, dan peran kelembagaan di Desa Ekowisata Pancoh secara umum berada pada kategori baik hingga sangat baik, meskipun terdapat perbedaan penilaian antar kelompok responden. Masyarakat pelaku wisata cenderung memberikan penilaian lebih tinggi dibandingkan pengunjung, terutama pada aspek amenitas pendukung, yang menunjukkan adanya kesenjangan antara penilaian internal dan pengalaman wisatawan. Temuan ini menegaskan pentingnya memahami perbedaan persepsi pemangku kepentingan sebagai dasar dalam mendukung keberlanjutan pengelolaan ekowisata.

Pancoh Ecotourism Village, located in Sleman Regency, is an ecotourism based tourism village situated within the buffer zone of the Merapi–Merbabu Menoreh Biosphere Reserve and possesses significant natural and cultural resource potential. However, its development continues to face various challenges related to the optimization of attractions, amenities, accessibility, service quality, and institutional roles in supporting sustainable ecotourism management. This study aims to assess the performance of attractions, amenities, accessibility, services, and institutional roles in Pancoh Ecotourism Village in supporting sustainable ecotourism. 

This study employed a descriptive quantitative approach complemented by interviews with the management of Pancoh Ecotourism Village, visitors, and local communities surrounding the ecotourism area. Data were collected from 167 respondents, consisting of 17 managers, 50 tourism-related community members, and 100 visitors. Respondents were selected using purposive sampling for managers and tourism-related community members, and accidental sampling for visitors. Data analysis was conducted descriptively using Likert Scale analysis to assess the management aspects of Pancoh Ecotourism Village. 

The results indicate that the perceptions of managers, tourism community members, and visitors toward attractions, amenities, accessibility, services, and institutional roles in Pancoh Ecotourism Village are generally categorized as good to very good, although differences in assessments among respondent groups exist. Tourism community members tend to provide higher evaluations than visitors, particularly regarding supporting amenities, indicating a gap between internal assessments and visitors experiences. These findings highlight the importance of understanding differences in stakeholder perceptions as a basis for supporting the sustainability of ecotourism management.

Kata Kunci : Desa Ekowisata Pancoh, ekowisata, komponen 4A Pariwisata, peran kelembagaan

  1. S1-2026-477780-abstract.pdf  
  2. S1-2026-477780-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-477780-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-477780-title.pdf