Laporkan Masalah

Strategi Amerika Serikat dalam Merespons Kejahatan Siber di Ekosistem Kripto Tahun 2022-2023

Maesya Geyra Efrinada, Arindha Nityasari, S.I.P., MCyberSecAnalysis

2026 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Pada tahun 2022–2023, kejahatan siber di ekosistem kripto mengalami peningkatan signifikan, terutama pencurian aset kripto dan pencucian uang, yang sebagian besar dilakukan oleh Korea Utara. Kondisi ini mendorong Amerika Serikat (AS) untuk merumuskan strategi yang berorientasi pada grand strategy preponderance dalam merespons ancaman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi AS dalam merespons kejahatan siber di ekosistem kripto selama tahun 2022-2023. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan memadukan kerangka teori grand strategy dan konsep cyber defense untuk menjelaskan alasan rasional yang melandasi penggunaan grand strategy preponderance, serta implementasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AS menggunakan grand strategy preponderance karena perlindungan ekosistem kripto dipandang sebagai instrumen strategis untuk mempertahankan dan memperkuat posisi hegemoninya dalam sistem keuangan global. Melalui integrasi pendekatan reaktif, heuristik, dan proaktif dalam kerangka konsep cyber defense, AS memaksimalkan kekuatan dan pengaruhnya untuk menghadapi kejahatan siber di ekosistem kripto. Dalam kajian Ilmu Hubungan Internasional, penelitian ini menunjukkan bagaimana AS sebagai negara hegemon memaksimalkan kapabilitasnya untuk melindungi kepentingan nasionalnya.

In 2022–2023, cybercrime in the crypto ecosystem experienced a significant increase, particularly crypto asset theft and money laundering, most of which was carried out by North Korea. This situation prompted the United States (US) to formulate a strategy oriented towards grand strategy preponderance in response to these threats. This study aims to analyze how the US responded to cybercrime in the crypto ecosystem during 2022-2023. This study uses a qualitative research method by combining the grand strategy theoretical framework and the concept of cyber defense to explain the rational reasons underlying the use of grand strategy preponderance and its implementation. The results show that the US uses grand strategy preponderance because protecting the crypto ecosystem is seen as a strategic instrument to maintain and strengthen its hegemonic position in the global financial system. Through the integration of reactive, heuristic, and proactive approaches within the cyber defense concept framework, the US maximizes its power and influence to deal with cybercrime in the crypto ecosystem. In the study of International Relations, this research shows how the US, as a hegemonic country, maximizes its capabilities to protect its national interests.

Kata Kunci : Strategi Amerika Serikat, Ekosistem Kripto, Grand Strategy, Grand Strategy Preponderance, Cyber Defense.

  1. S1-2026-496755-abstract.pdf  
  2. S1-2026-496755-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-496755-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-496755-title.pdf