HUBUNGAN ANTARA KETERLIBATAN AYAH DALAM PENGASUHAN DENGAN PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI PG DAN TKIT ALHAMDULILLAH
Sausan Meandika, Lely Lusmilasari, S.Kp., M.Kes., Ph.D. ; Laila Nidaul H., S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.A.
2026 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN
Perkembangan sosial emosional adalah kemampuan anak membangun hubungan serta mengenali dan mengelola emosi. Masa prasekolah merupakan periode penting pembentukan kemampuan tersebut, namun masih banyak anak mengalami kesulitan beradaptasi, berinteraksi, dan mengendalikan emosi. Pengasuhan menjadi faktor utama yang memengaruhi perkembangan sosial emosional anak, tetapi praktik pengasuhan di Indonesia masih didominasi ibu sehingga keterlibatan ayah relatif rendah. Padahal, keterlibatan ayah melalui interaksi, kehangatan, dan pendampingan aktivitas bermanfaat meningkatkan rasa aman, kepercayaan diri, dan kemampuan sosial emosional. Kurangnya keterlibatan ayah berisiko menimbulkan masalah perkembangan sosial emosional pada anak usia prasekolah.
Social-emotional development is the child’s ability to build relationships and to recognize and regulate emotions appropriately. The preschool period is an important stage for developing these abilities; however, many children still experience difficulties in adapting, interacting, and controlling emotions. Parenting is a major factor influencing children’s social-emotional development, yet parenting practices in Indonesia are still predominantly mother-centered, resulting in relatively low father involvement. In fact, father involvement through interaction, warmth, and assistance in daily activities contributes to a sense of security, self-confidence, and social-emotional competence. Lack of father involvement increases the risk of social emotional development problems.
Kata Kunci : keterlibatan ayah, pengasuhan, perkembangan sosial emosional, anak usia prasekolah