Faktor Risiko Eksaserbasi Akut Pada Pasien Asma di RSUP Dr. Sardjito
Azizah Lathif Adil, Arifin Triyanto, S.Kep,. Ns, M.Kep.; Khudazi Aulawi, S.Kp., M.Kes., MN.Sc., Ph.D
2026 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN
Latar
Belakang: Asma merupakan penyakit pernapasan kronis yang
ditandai oleh variasi gejala pernapasan dan keterbatasan aliran udara, dengan
eksaserbasi akut sebagai salah satu komplikasi klinis utama yang dapat
meningkatkan morbiditas, mortalitas, serta beban pelayanan kesehatan. Berbagai
faktor risiko dilaporkan berhubungan dengan kejadian eksaserbasi akut asma,
antara lain penggunaan short-acting ??-agonist (SABA) berlebihan, obesitas,
riwayat merokok, paparan alergen, dan alergi makanan. Meskipun faktor-faktor
tersebut telah banyak diteliti secara internasional, data mengenai faktor
risiko eksaserbasi akut asma terutama penggunaan SABA berlebihan yang masih
terbatas di Indonesia.
Tujuan
Penelitian: Mengetahui faktor risiko yang berhubungan
dengan kejadian eksaserbasi akut pada pasien asma di RSUP Dr. Sardjito.
Metode: Penelitian
ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross-sectional.
Data diperoleh dari rekam medis pasien asma yang berobat di RSUP Dr. Sardjito
pada periode 1 Januari–31 Desember 2024. Analisis bivariat dilakukan
menggunakan uji Chi-Square atau Fisher’s exact, sedangkan analisis multivariat
dilakukan menggunakan regresi logistik untuk menentukan faktor risiko yang paling
dominan terhadap kejadian eksaserbasi akut asma.
Hasil: Hasil
analisis bivariat menunjukkan bahwa penggunaan SABA berlebihan dan paparan
alergen berhubungan secara signifikan dengan kejadian eksaserbasi akut asma.
Sebaliknya, obesitas, riwayat merokok, dan alergi makanan tidak menunjukkan
hubungan yang signifikan dengan kejadian eksaserbasi akut. Pada analisis
multivariat, penggunaan SABA berlebihan merupakan faktor risiko yang paling
dominan terhadap kejadian eksaserbasi akut asma setelah dikontrol oleh variabel
lain.
Kesimpulan: Penggunaan SABA berlebihan merupakan faktor risiko utama yang berhubungan dengan kejadian eksaserbasi akut pada pasien asma di RSUP Dr. Sardjito. Upaya pengendalian penggunaan SABA serta optimalisasi manajemen asma diperlukan untuk menurunkan risiko terjadinya eksaserbasi akut.
Background:
Asthma is a chronic respiratory disease characterized by variable respiratory
symptoms and airflow limitation, with acute exacerbation as one of the main
clinical complications that can increase morbidity, mortality, and the burden
on healthcare services. Various risk factors have been reported to be
associated with acute asthma exacerbations, including excessive use of
short-acting ?? agonists (SABA), obesity, smoking history, allergen exposure,
and food allergy. Although these factors have been widely studied
internationally, data on risk factors for acute asthma exacerbations,
particularly excessive SABA use, remain limited in Indonesia.
Objective:
To identify risk factors associated with acute exacerbations among asthma
patients at Dr. Sardjito General Hospital.
Methods:
This study employed a descriptive analytic design with a cross-sectional
approach. Data were obtained from medical records of asthma patients treated at
Dr. Sardjito General Hospital from January 1 to December 31, 2024. Bivariate
analysis was performed using the Chi-square test or Fisher’s exact test, while
multivariate analysis was conducted using logistic regression to determine the
most dominant risk factor for acute asthma exacerbations.
Results:
Bivariate analysis showed that excessive SABA use and allergen exposure were
significantly associated with acute asthma exacerbations. In contrast, obesity,
smoking history, and food allergy were not significantly associated with acute
exacerbations. Multivariate analysis revealed that excessive SABA use was the
most dominant risk factor for acute asthma exacerbations after controlling for
other variables.
Conclusion: Excessive SABA use is the primary risk factor associated with acute asthma exacerbations among asthma patients at Dr. Sardjito General Hospital. Optimizing asthma management and controlling excessive SABA use are essential to reduce the risk of acute exacerbations.
Kata Kunci : asma, eksaserbasi akut, faktor risiko