Hubungan Praktik Kolaborasi Interprofesional dengan Penerapan Budaya Keselamatan Pasien di Ruang Stroke
Mutiara Nurlaela, Dr. Heny Suseani Pangastuti, S. Kp., M. Kes.; Ngatini S. Kep., Ns., M. Kep.
2026 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN
Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia dan pasien stroke memiliki risiko tinggi mengalami insiden keselamatan. Upaya pengurangan insiden keselamatan dilakukan melalui penerapan budaya keselamatan pasien. Faktor komunikasi dan kepemimpinan sangat memengaruhi penerapan budaya keselamatan pasien. Kedua faktor tersebut merupakan kompetensi inti dalam praktik kolaborasi interprofesional, sehingga kualitas kolaborasi interprofesional antar tenaga kesehatan menjadi kunci dalam penerapan budaya keselamatan pasien. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi keterkaitan kolaborasi interprofesional dengan budaya keselamatan pasien di ruang stroke.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara praktik kolaborasi interprofesional dengan penerapan budaya keselamatan pasien di ruang stroke.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain survei analitik berjenis cross sectional. Teknik sampling total digunakan sehingga didapatkan 28 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Assessment of Interprofessional Team Collaboration Scale (AITCS) II dan Hospital Survey on Patient Safety Culture 1.0 (HSOPSC). Analisis korelasi Pearson dan Spearman-Rank digunakan untuk mengetahui hubungan kedua variabel.
Hasil: Praktik kolaborasi interprofesional berhubungan positif dan signifikan dengan penerapan budaya keselamatan pasien pada dimensi: kerja sama tim intra-unit (p=0,007; r=0,495), ekspektasi penyelia/manajer dan tindakan yang mendorong keselamatan pasien (p=0,048; r=0,377), pembelajaran organisasional–perbaikan berkelanjutan, (p=0,000; r=0,643), umpan balik dan komunikasi mengenai kesalahan (p=0,002; r=0,559), keterbukaan komunikasi (p=0,018; r=0,444), dan kerja sama tim antar-unit (p=0,012; r=0,468). Sementara itu, pada dimensi lainnya tidak berhubungan signifikan (p > 0,05).
Kesimpulan: Praktik kolaborasi interprofesional yang baik berhubungan secara positif signifikan dengan peningkatan beberapa dimensi penerapan budaya keselamatan pasien di ruang stroke.
Background: Stroke is a leading cause of death in Indonesia, with patients facing high risks of safety incidents. Implementing a patient safety culture mitigates these risks. Since communication and leadership drive this culture, high-quality interprofessional collaboration among healthcare workers is essential. Therefore, this study explored the relationship between interprofessional collaboration and patient safety culture in stroke units.
Objective: This study examined the associations between interprofessional collaborative practice and implementation of a patient safety culture in the stroke unit.
Method: This study used a cross-sectional analytical survey design. Total sampling technique was used to obtain 28 respondents. Data collection was conducted using the Assessment of Interprofessional Team Collaboration Scale (AITCS) II and the Hospital Survey on Patient Safety Culture 1.0 (HSOPSC). Pearson and Spearman-Rank correlation analyses were used to determine the relationship between the two variables.
Result: Interprofessional collaborative practice was positively and significantly related to the implementation of patient safety culture in the dimensions of: teamwork within units (p=0.007; r=0.495), supervisor/manager expectations and actions promoting patient safety (p=0.048; r=0.377), organizational learning–continuous improvement (p=0.000; r=0.643), feedback and communication about error (p=0.002; r=0.559), communication openness (p=0.018; r=0.444), and teamwork across units (p=0.012; r=0.468). However, no significant relationships were observed in the remaining dimensions (p > 0.05).
Conclusion: Effective interprofessional collaboration correlates positively and significantly with the improvement of several dimensions of patient safety culture in the stroke unit.
Kata Kunci : budaya keselamatan pasien, insiden keselamatan pasien, praktik kolaborasi interprofesional, stroke