Evaluasi Usabilitas Dan Identifikasi Kebutuhan Pengembangan Dental Phantom Anestesi Menggunakan Metode Heuristik Dan Kano
Dara Ninggar Adieska, Prof. Dr.Eng. Ir. Herianto, S.T., M.Eng., IPU., ASEAN Eng.
2026 | Skripsi | TEKNIK INDUSTRI
Dental
phantom merupakan media pembelajaran yang digunakan dalam
pendidikan kedokteran gigi untuk melatih keterampilan klinis mahasiswa sebelum
melakukan tindakan pada pasien nyata, termasuk prosedur anestesi lokal.
Keberhasilan pembelajaran anestesi lokal sangat dipengaruhi oleh kualitas media
pelatihan yang digunakan, khususnya dalam merepresentasikan anatomi, memberikan
umpan balik, serta mendukung kemudahan penggunaan. Namun, berbagai dental
phantom anestesi yang tersedia saat ini, baik produk lokal maupun
internasional, belum banyak dievaluasi secara komprehensif dari aspek
usabilitas dan kebutuhan pengembangan berdasarkan pengalaman pengguna.
Penelitian
ini bertujuan untuk mengevaluasi usabilitas dental phantom anestesi
Dento-J dan JingleMed menggunakan metode evaluasi heuristik, mengidentifikasi
kebutuhan serta prioritas fitur pengembangan menggunakan metode Kano, serta
merumuskan rekomendasi pengembangan desain dental phantom anestesi yang
sesuai dengan kebutuhan mahasiswa kedokteran gigi. Evaluasi heuristik dilakukan
oleh dokter gigi sebagai evaluator ahli dengan mengacu pada sepuluh prinsip
usabilitas Nielsen untuk mengidentifikasi permasalahan kegunaan pada kedua dental
phantom. Hasil evaluasi heuristik kemudian dirumuskan menjadi voice of
customer yang digunakan sebagai dasar penyusunan atribut kebutuhan
pengguna. Selanjutnya, metode Kano digunakan untuk mengklasifikasikan dan
memprioritaskan atribut kebutuhan berdasarkan tingkat kepuasan pengguna melalui
kuesioner yang diisi oleh mahasiswa kedokteran gigi.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kedua dental phantom masih memiliki
permasalahan usabilitas, dengan pelanggaran heuristik yang dominan pada
kategori Match Between System and the Real World dan Visibility of
System Status. Analisis Kano menunjukkan bahwa atribut yang termasuk dalam
kategori prioritas pengembangan adalah ketahanan material, respons cepat,
kemudahan penggunaan, panduan ringkas, konsistensi label, indikator status, dan
informasi sederhana. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengembangan
dental phantom anestesi perlu difokuskan pada peningkatan aspek
fungsional dan operasional yang berdampak langsung terhadap kepuasan dan
performa pengguna. Rekomendasi pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan
efektivitas media pembelajaran serta kesiapan mahasiswa kedokteran gigi dalam
melakukan prosedur anestesi lokal secara aman dan tepat.
Dental
phantom is a learning medium used in dental education to train students’
clinical skills before performing procedures on real patients, including local
anesthesia procedures. The effectiveness of local anesthesia training is
strongly influenced by the quality of the training media, particularly in
representing anatomical structures, providing feedback, and supporting ease of
use. However, various local and international dental anesthesia phantoms
currently available on the market have not been comprehensively evaluated in
terms of usability and development needs from the user’s perspective.
This
study aims to evaluate the usability of Dento-J and JingleMed dental anesthesia
phantoms using heuristic evaluation, identify user needs and prioritize
development features using the Kano method, and formulate design
recommendations for dental anesthesia phantoms that better meet the needs of
dental students. Heuristic evaluation was conducted by dentists as expert
evaluators based on Nielsen’s ten usability principles to identify usability
issues in both dental phantoms. The heuristic findings were then translated
into voice of customer as the basis for developing user requirement
attributes. Subsequently, the Kano method was applied to classify and
prioritize user requirements based on user satisfaction levels through
questionnaires completed by dental students.
The
results indicate that both dental phantoms still exhibit usability issues, with
dominant heuristic violations in the categories of Match Between System and the
Real World and Visibility of System Status. Kano analysis shows that the
priority attributes for development include material durability, fast response,
ease of use, concise usage guidelines, label consistency, clear status
indicators, and simplified information presentation. Based on these findings,
it can be concluded that the development of dental anesthesia phantoms should
focus on improving functional and operational aspects that directly affect user
satisfaction and performance. These development recommendations are expected to
enhance the effectiveness of learning media and improve dental students’
readiness to perform local anesthesia procedures safely and accurately.
Kata Kunci : dental phantom, anestesi lokal, evaluasi heuristik, metode Kano, usabilitas