Laporkan Masalah

Analisis Penerapan Prinsip Destinasi Pariwisata Berkelanjutan pada Pilar Sosial dan Ekonomi di Destinasi Wisata Malioboro

Acep Rusmana, I Made Krisnajaya, S.I.P., M.Pol.Admin

2026 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

Penelitian ini menganalisis keberlanjutan sosial dan ekonomi di Malioboro, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini mengacu pada prinsip-prinsip yang tercantum dalam Permenparekraf No 9 Tahun 2021. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara dengan aktor pemerintahan, Pedagang Kaki Lima (PKL), dan Wisatawan, serta observasi di lokasi penelitian. Di samping itu, studi pustaka dilakukan untuk memperoleh informasi-informasi relevan yang bersumber dari peraturan pemerintah dan website resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek sosial didukung oleh penataan ruang publik yang semakin ramah pejalan kaki, ketersediaan fasilitas yang relatif lengkap dan ramah bagi penyandang disabilitas, serta adanya pelibatan masyarakat lokal melalui kampung wisata dan aktivitas seni budaya yang memperkuat identitas kawasan. Dari sisi ekonomi, keberlanjutan kawasan didukung oleh tingginya intensitas kunjungan wisatawan yang mendorong perputaran ekonomi, kebijakan penataan PKL, dukungan pemerintah melalui platform digital, dan penguatan citra Malioboro sebagai ikon wisata. Namun demikian, masih terdapat sejumlah hambatan seperti kepadatan pengunjung pada waktu tertentu, perilaku pengunjung yang belum sepenuhnya tertib dalam menjaga kebersihan, aktivitas ekonomi informal, dan pembangunan komersial yang berpotensi mengganggu karakter sosial kawasan. Di sisi lain, keberlanjutan ekonomi masih dihadapkan pada berbagai hambatan struktural seperti keterbatasan kapasitas fiskal pemerintah daerah, orientasi kebijakan yang cenderung jangka pendek, persaingan usaha yang tidak sehat antar pedagang, dan keterbatasan infrastruktur pendukung. Guna mengatasi permasalahan tersebut, peneliti merekomendasikan tiga kebijakan, yaitu i). Penguatan mekanisme perlindungan sosial dalam pengelolaan kawasan Malioboro, ii). Pengembangan sistem pemantauan dan evaluasi dampak ekonomi pariwisata, dan iii). Menyusun strategi pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan berbasis integrasi sosial dan ekonomi. Dengan demikian, Malioboro dapat ditegaskan sebagai destinasi pariwisata yang sedang bergerak menuju berkelanjutan, namun masih memerlukan penguatan kebijakan dan tata kelola agar sejalan secara substantif.

This study analyzes social and economic sustainability in Malioboro, as well as its supporting and inhibiting factors. This study refers to the principles outlined in Ministry of Tourism and Creative Economy Regulation No. 9 of 2021. The method used is a descriptive qualitative approach through interviews with government officials, street vendors (PKL), and tourists, as well as field observations at the research site. Additionally, a literature review was conducted to obtain relevant information sourced from government regulations and official websites. The research findings indicate that the social aspect is supported by increasingly pedestrian-friendly public space planning, the availability of relatively complete and disability-friendly facilities, and the involvement of the local community through tourism villages and cultural arts activities that strengthen the area’s identity. From an economic perspective, the area’s sustainability is supported by high tourist visitation rates that drive economic circulation, street vendor management policies, government support through digital platforms, and the strengthening of Malioboro’s image as a tourism icon. However, there are still a number of obstacles, such as visitor density at certain times, visitor behavior that is not yet fully orderly in maintaining cleanliness, informal economic activities, and commercial development that has the potential to disrupt the area’s social character. On the other hand, economic sustainability still faces various structural obstacles such as limited fiscal capacity of local governments, policy orientations that tend to be short-term, unhealthy business competition among vendors, and limitations in supporting infrastructure. To address these issues, the researchers recommend three policies: i) Strengthening social protection mechanisms in the management of the Malioboro area; ii) developing a system for monitoring and evaluating the economic impacts of tourism; and iii). Formulating a sustainable tourism destination management strategy based on social and economic integration. Thus, Malioboro can be affirmed as a tourism destination moving toward sustainability, yet it still requires strengthened policies and governance to ensure substantive alignment.

Kata Kunci : keberlanjutan sosial, keberlanjutan ekonomi, Malioboro, Pedagang Kaki Lima (PKL), Destinasi Pariwisata Berkelanjutan, Permenparekraf No 9 Tahun 2021

  1. S1-2026-498601-abstract.pdf  
  2. S1-2026-498601-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-498601-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-498601-title.pdf