Hubungan antara Status Gizi secara Antropometris dengan Kemampuan Belajar pada Anak-anak Siswa SD Negeri Catur Tunggal 1 Sleman
Dian Andriani , Dr. Drajat Boediman, MSc, D.MedSc., DSAK.; dr. Suwono
1995 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERGizi sangat diperlukan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia terutama bagi generasi penerus. Salah satu penilaian kualitas manusia adalah tingkat kecerdasan- nya. Hal ini dapat dilihat antara lain dari kemampuan (prestasi) belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kemampuan (prestasi) belajar pada anak-anak siswa Sekolah Dasar. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan menggunakan data primer. Subyek penelitian berjumlah 53 anak (24 anak siswa kelas II dan 29 anak siswa kelas III) siswa Sekolah Dasar Negeri Catur Tunggal I Sleman. Status gizi sebagai variabel bebas dan kemampuan belajar sebagai variabel tergantung. Ukuran status gizi ditentukan berdasarkan BB/TB dengan memakai rujukan BB dan TB persentil 50 sebagai 100%, sedangkan kemampuan belajar diukur berdasarkan nilai rapor selama dua catur wulan. statistik Untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan kemampuan belajar pada anak digunakan uji korelasi dari Spearman dan uji regresi. Dari hasil uji statistik korelasi diperoleh r hitung = 0,12207 (r tabel= + 0,27035, P=0,05) dan dari uji regresi diperoleh persamaan garis Y = 5,3564 + 1,1717 x. Dari kedua uji statistik tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara status gizi dan kemampuan belajar pada anak tidak bermakna secara statistik
Kata Kunci : Gizi, kualitas sumber daya manusia, tingkat kecerdasan, prestasi belajar