Laporkan Masalah

Pemanfataan peta untuk penentuan prioritas pengembangan wilayah miskin di kecamatan Bayat kabupaten Klaten

Rohmadi, Drs. Mas Sukoco, M.Sc.; Drs. Joko Christanto, M.Sc.

1997 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Penelitian ini dilakukan di kecamatan Bayat kabupaten Klaten yang mempunyai variasi bentuk fisik wilayah dan keragaman pemanfaatan lahan yang cukup besar. Tujuan penelitian ini adalah; (1) mengetahui desa-desa yang miskin secara fisik lahan dan miskin secara sosial ekonomi, (2) melakukan evaluasi potensi fisik lahan dan sosial ekonomi untuk menentukan desa miskin melalui analisa peta, (3) menentukan prioritas daerah pengembangan wilayah miskin berdasarkan pada hasil evaluasi potensi fisik lahan dan sosial ekonomi. Metode yang digunakan adalah pemanfaatan peta dengan analisa peta secara kualitatif dan pengumpulan data sekunder yang ada di instansi terkait. Variabel yang digunakan meliputi faktor fisik lahan dan sosial ekonomi. Faktor fisik lahan dengan mengevaluasi potensi fisik lahan dengan menggunakan parameter dari evaluasi kemampuan lahan yang meliputi beberapa faktor yaitu: kandungan unsur hara tanaman, hubungan kelembaban tanah-tanaman, kapasitas penyerapan unsur hara, permeabilitas, kedalaman efektif tanah, daya tahan terhadap erosi, faktor penghambat (batu dan konkresi, kualitas air tanah, relief mikro, relief makro, dan lereng), serta faktor bahaya (kekeringan, salinitas, banjir, erosi). Sedang faktor sosial ekonomi meliputi 17 variabel desa miskin dari BPS, kemudian dimodifikasi menjadi 5 kelas untuk mempermudah dalam menentukan prioritas pengembangan wilayah yang mendasarkan pada potensi fisik lahan dan sosial ekonomi. Hasil penelitian ini adalah informasi spasial potensi fisik lahan dan potensi sosial ekonomi untuk penentuan prioritas pengembanganwilayah miskin di kecamatan Bayat yang terdiri dari 18 desa. Prioritas pengembangan kelas I yaitu: desa Krikilan, Kebon, dan Gununggajah. Prioritas pengembangan kelas II yaitu: desa Wiro dan Jotangan. Prioritas pengembangan wilayah kelas III yaitu: desa Ngerangan, Dukuh, dan Banyuripan. Prioritas pengembangan wilayah kelas IV yaitu: desa Bogem, Nengahan, Jarum, Jambakan, Beluk, Tegalrejo, Talang, dan Tawangrejo. Sedangkan prioritas pengembangan wilayah kelas V yaitu: desa Krakitan dan Paseban. Rekomendasi yang diberikan untuk pengembangan wilayah di kecamatan Bayat, adalah peningkatan sumberdaya manusia, peningkatan sarana dan prasarana, efisiensi lahan produktif dan mencegah eksploitasi sumberdaya lahan, peningkatan saluran irigasi, dan pengembangan wisata dan menjaga fasilitas umum yang ada.

-

Kata Kunci : Pengembangan wilayah,peta,Bayat,Klaten,Jawa Tengah

  1. S1-1997-98844-abstract.pdf  
  2. S1-1997-98844-bibliography.pdf  
  3. S1-1997-98844-tableofcontent.pdf  
  4. S1-1997-98844-title.pdf