Reaksi pasar modal terhadap hasil pemilihan umum dan pergantian pemerintahan tahun 2004
SIANTURI, Twenty Selvia Sari, Dr. Eko Suwardi, M.Sc
2005 | Tesis | S2 AkuntansiPenelitian ini bertujuan untuk melihat reaksi pasar modal terhadap hasil pemilihan umum dan pergantian pemerintahan pada tahun 2004. Sampel yang dipergunakan dalam penelitan ini adalah LQ -45 yang tercatat pada Bursa Efek Jakarta selama periode perngamatan Mei-Oktober 2004. Dalam melakukan penelitian ini perlu dihitung Abnormal Returns dari setiap sekuritas. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah event study dengan parameter-parameter tertentu. Dengan menggunakan uji beda rata-rata sebelum dan setelah peristiwa pada tanggal 5 Oktober 2005 tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, sedangkan uji beda rata-rata sebelum dan setelah peristiwa tanggal 20 Oktober 2004 menunjukkan bahwa ada perbedaan sebelum dan setelah peristiwa, yaitu respon negatif. Hal ini menunjukkan bahwa pasar modal bereaksi meskipun reaksi yang diberikan negatif pada tanggal 20 Oktober 2004. Hal ini terjadi karena pada susunan kabinet baru terdapat beberapa nama anggota yang tidak direspon oleh pelaku pasar modal. Secara garis besar, penelitian ini menunjukkan bahwa Bursa Efek Jakarta semakin sensitif terhadap munculnya berbagai informasi yang relevan, termasuk informasi politik. Hal ini menyebabkan pelaku pasar modal sebaiknya lebih peka terhadap berbagai kegiatan yang secara langsung maupun tidak langsung dapat berpengaruh terhadap fluktuasi harga sekuritas.
This research was done to see capital market reaction on PEMILU’s result and government’s change in year 2004. The sample in this research is LQ-45 which was registered in Bursa Efek Jakarta for research period of May-October 2004. In doing this research, we needed to calculate Abnormal Return for each securities. The method which is used in this research was event study method with certain parameters. Using Paired Sample T-Test before and after event on October 5, 2004 did not show significant differentiation, but using Paired Sample T-Test before and after event on October 20, 2004 showed the differentiation before and after event was exist. It showed the capital market reaction, even-though the reaction was negative in event on October 20, 2004. It was happened because the capital market did not give any reactions to some me mbers in the 2004 cabinet. Generally, this research showed that Bursa Efek Jakarta became more sensitive to some relevant information, including politics information. It was caused capital market players should be more sensitive to every event that can directly or not directly influences to securities’ prices.
Kata Kunci : Pasar Modal,Hasil Pemilu,Pergantian Pemerintahan, capital market reaction, politics event study, PEMILU 2004