PENGARUH VARIASI LOGAM PENGISI JENIS ERIOsO DAN ER4O43 PADA PENGELASAN PELAT ALUMINIUM MURNI SERI IIOO DENGAN LAS ZUNG,STEN INERT GAS TERHADAP SIFAT FISIS. MEKANIK DAN WELDABILITY
Mahrur, Prof. Ir. Mochammad Noer Ilman, S.T., M.Sc., Ph.D. IPM., ASEAN Eng
2007 | Skripsi | S1 TEKNIK MESINAlumunium dan paduan alumunium merupakan salah satu logam yang sangat menarik dan dipakai secara luas dalam banyak aplikasi. Pengelasan busur lishik biasa mempunyai sifat yang kurang baik, akan tetapi kekurangan tersebut dapat diatasi dengan pengelasan TIG (Tunsten Inert Ga.r). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat fisis, mekanik dan sifat mampu las (weldability) pada plat alumunium murni seri ll00 dengan variasi logam pengisi (f//er) jenis ERl050 dan ER4043. Pada penelitian dilakukan pengujian kekerasan, struktur makro dan mikro pada daerah las, HAZ dan logam induk. Pengujian tarik pada arah transversal dan longitudinal. Pengujian bending serta pengujian weldability dengan metode Houldcroft. Dari pengujian kekerasan -nilai kekerasan tertinggi dicapai pada filler jenis 8R4043 sebesar 49,42 kg/mm' dan nilai terendah dicapai pada filler jenis ERl050 sebesar 32,52 kglmm'. Dari pengujian makro dapat diketahui bahwa komposisi yang sama antara logam induk danf ller batas pengelasan hampir tidak terlihat. Dari pengujian mikro diketahui bahwa shuktur yang terbentuk tergantung pada komposisi kimia antara logam induk dan filler. Dari pengujian tarik transversal dapat diketahui bahwa penggunaan filler yang berbeda tidak berpengauh terhadap kekuatan tarik statis karena patah pada daerah HAZ. Sedangkan pada pengujian tarik longitudinal kekuatan tarik tertinggi pada filler jenis 8R4043 sebesarl04,66 Mpa, tegangan luluh dan regangan tertinggi pada Jiller jenis ER1050 yang masing-masing sebesar 72,59 Mpa dan 20,73o/o. Dari pengujian bending kedua variasi mempunyai keuletan yang baik karena tidak terdapat retak pada waktu pengujian, kekuatan bending pada kedua variasi relatif sama karena terjadi porositas. Dari pengujian weldability kedua variasi mempunyai sifat mampu las yang baik karena pada waktu pengelasan tidak terjadi retak. Dari hasil penelitian dapat simpulkan bahwa dari segi mekanik variasi jiller jenis ER4043 lebih baik dari pada variasi fller ERl050. Dari segi fisis variasi jiller ERl050 memiliki kesamaan komposisi kimia dan sifarsifat fisis lainya terhadap logam induk. Kedua variasi fller memiliki sifat mampu las (w e I dab i I ity) y ang b aik
Kata Kunci : Alumunium, TIG, ER | 050, ER4043, weldability, makro, mikro