Laporkan Masalah

PARTISIPASI KELOMPOK TANI HUTAN PUNTHUK SRUMBUNG DALAM PENGELOLAAN BLOK TRADISIONAL DI TAMAN HUTAN RAYA BUNDER, PROVINSI DI YOGYAKARTA

Ghazy Fawwaz Sunindito, Prof. Dr. Ir. San Afri Awang, M.Sc.

2026 | Skripsi | KEHUTANAN

Pengelolaan blok tradisional di hutan konservasi menuntut keterlibatan aktif masyarakat agar tujuan konservasi dan kesejahteraan dapat berjalan seimbang. KTH Punthuk Srumbung merupakan kelompok masyarakat yang diberikan akses pengelolaan blok tradisional di Taman Hutan Raya Bunder, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi KTH Punthuk Srumbung dalam pengelolaan blok tradisional serta merumuskan strategi peningkatan partisipasi yang tepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan Focus Group Discussion (FGD) terhadap seluruh anggota KTH Punthuk Srumbung. Tingkat partisipasi dianalisis menggunakan metode skoring berdasarkan konsep partisipasi Hobley (1996), yang mencakup indikator peran dan keaktifan, frekuensi keterlibatan, pemanfaatan jasa dan hasil hutan, motivasi dan hambatan, serta persepsi terhadap manfaat pengelolaan. Perumusan strategi peningkatan partisipasi dilakukan menggunakan analisis SOAR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi KTH Punthuk Srumbung berada pada kategori partisipasi insentif, dengan total skor 2304. Partisipasi tertinggi terdapat pada indikator frekuensi keterlibatan dan persepsi manfaat pengelolaan, sedangkan partisipasi terendah terdapat pada pemanfaatan jasa dan hasil hutan. Strategi peningkatan partisipasi difokuskan pada penguatan kapasitas kelembagaan KTH, peningkatan pendampingan dan pelatihan, serta optimalisasi pemanfaatan blok tradisional secara berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengelolaan blok tradisional di kawasan Tahura Bunder.

Management of traditional blocks in conservation forest requires active community involvement to ensure that conservation goals and local welfare are balanced. The Punthuk Srumbung Forest Farmers Group (KTH) is a community group granted management access to the traditional block within the Bunder Great Forest Park, Yogyakarta. This study aims to determine the level of participation of KTH Punthuk Srumbung in traditional block management and to formulate appropriate strategies to enhance their engagement. This research employed a quantitative descriptive approach using a survey method. Data were collected through questionnaires, interviews, observations, and Focus Group Discussions (FGD) involving all members of KTH Punthuk Srumbung. The participation level was analyzed using a scoring method based on Hobley’s (1996) participation concept, while the SOAR analysis was utilized to formulate participation enhancement strategies. The results show that the participation level of KTH Punthuk Srumbung falls into the incentive participation category, with a total score of 2304. The highest participation levels are found in the indicators of involvement frequency and perceived benefits, whereas the lowest is in the utilization of forest products and services. Strategies to increase participation focus on strengthening the institutional capacity of KTH, improving mentoring and training, and optimizing sustainable traditional block utilization. This study confirms that increasing active community participation is key to the successful management of traditional blocks in conservation areas.

Kata Kunci : tingkat partisipasi, blok tradisional, Hobley (1996), SOAR, strategi pengelolaan

  1. S1-2026-478761-abstract.pdf  
  2. S1-2026-478761-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-478761-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-478761-title.pdf