Uji Antibakteri Ekstrak Daun Urang Aring (Eclipta prostrata (L.) L.) terhadap Escherichia coli ATCC 25922
Siska Via Delarosa Anindhita, drh. Clara Ajeng Artdita, M.Sc.
2026 | Tugas Akhir | D4 Teknologi Veteriner
Resistensi antibiotik menjadi tantangan tersendiri di dunia peternakan, termasuk dalam pengobatan mastitis yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Penggunaan bahan alami sebagai alternatif antibakteri dinilai lebih optimal karena tidak menimbulkan resistensi maupun residu, salah satunya adalah daun urang aring (Eclipta prostrata (L.) L.). Tugas Akhir ini bertujuan sebagai studi pendahuluan untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun urang aring dalam menghambat pertumbuhan bakteri E. coli. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Daun urang aring diekstraksi melalui metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode agar well diffusion dengan konsentrasi ekstrak yang diuji yaitu 2,5; 5; dan 10 mg/mL, kontrol positif berupa ampicillin 10 ?g/mL, dan DMSO 1% sebagai kontrol negatif. Nilai MIC dan MBC ditentukan dengan metode mikrodilusi dan metode drop plate. Data diameter zona hambat bakteri dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan uji Post Hoc DSCF. Diameter zona hambat yang terbentuk pada konsentrasi 2,5; 5; dan 10 mg/mL yaitu 2,03±4,98 (0,00 (0,00-0,00)); 14,12±0,70 (14,19 (13,96-14,47)); dan 17,16±0,85 (16,96 (16,73-17,45)). Hasil analisis uji Kruskal-Wallis diperoleh p < 0>Post Hoc DSCF menunjukkan hasil bahwa kelompok ekstrak konsentrasi 2,5 mg/mL tidak berbeda signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif (p = 0,86), sedangkan kelompok ekstrak konsentrasi 5 dan 10 mg/mL menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap kelompok kontrol negatif (p = 0,02). Nilai MIC dan MBC ekstrak daun urang aring yaitu 0.31 mg/mL. Hasil studi menunjukkan ekstrak daun urang aring pada uji in vitro memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. coli. Penelitian lanjutan berupa uji in vivo dan uji toksisitas perlu dilakukan untuk mengetahui keamanan dan efektivitas ekstrak daun urang aring secara langsung.
Antibiotic resistance poses a challenge in the livestock industry, particularly in the treatment of mastitis caused by Escherichia coli. Natural compounds are considered as antibacterial alternatives due to their lower risk of resistancy and residue formation. One potential herb is urang aring (Eclipta prostrata (L.) L.) leaves. This final project aimed to determine the ability of urang aring leaf extract to inhibit the growth of E. coli bacteria as a preliminary study. The research was conducted as an experimental study using a completely randomized design (CRD). Urang aring leaves were extracted using the maceration method with 96% ethanol solvent. Antibacterial activity was employed using the agar well diffusion method with extract concentrations of 2.5; 5; and 10 mg/mL, a positive control of 10 ?g/mL ampicillin, and 1% DMSO as a negative control. The MIC and MBC values were determined using the microdilution and drop plate methods. The bacterial inhibition zone diameter data were analyzed using the Kruskal-Wallis analysis followed by Post Hoc (DSCF) analysis. The diameter of the bacterial inhibition zones at concentrations of 2.5; 5; and 10 mg/mL were 2,03±4,98 (0,00 (0,00-0,00)); 14,12±0,70 (14,19 (13,96-14,47)); and 17,16±0,85 (16,96 (16,73-17,45)), respectively. The Kruskal–Wallis analysis showed a significant difference (p < 0 xss=removed xss=removed>E. coli. Further studies, including in vivo testing and toxicity assessments are needed to evaluate the safety and effectiveness of this extract in practical applications.
Kata Kunci : antibakteri herbal, Eclipta prostrata (L.) L., Escherichia coli, mastitis