Laporkan Masalah

Peran Gender pada Keluarga Petani dalam Mendorong Budidaya Padi Organik Inklusif di Kapanewon Prambanan Kabupaten Sleman

Wilhelmina Alexandra Valmay Putri Aberth, Alia Bihrajihant Raya, S.P., M.P., Ph.D.

2026 | Skripsi | PENYULUHAN & KOMUNIKASI PERTANIAN

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan aktivitas pembagian kerja dan alokasi waktu kerja antara laki-laki dan perempuan pada keluarga petani padi organik di KT Tani Makmur, (2) menganalisis akses dan kontrol pada keluarga petani terhadap sumber daya dan manfaat budidaya padi organik, (3) mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan peran gender pada keluarga petani padi organik, (4) menganalisis budidaya padi organik inklusif di KT Tani Makmur. Penelitian ini dilakukan pada bulan November-Desember 2025. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive di Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman. Metode dasar yang digunakan adalah metode pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara terhadap 10 petani padi organik, 1 ketua kelompok tani, 1 Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), 1 perangkat kelurahan. Data dianalisis pengumpulan data untuk mendapatkan data hingga data mencukupi, reduksi data untuk menyeleksi data pokok dan membuang data-data yang tidak diperlukan, penyajian data untuk mengorganisasikan informasi hasil penelitian secara sistematis dan bermakna, dan penarikan kesimpulan mengumpulkan dan memahami makna dari data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pembagian kerja pada kegiatan produktif dan sosial didominasi oleh petani laki-laki sementara aktivitas pada kegiatan reproduktif didominasi oleh petani perempuan. Akses dan kontrol terhadap pengambilan keputusan masih didominasi petani laki-laki sehingga kondisi inklusif berada pada tingkatan responsif. Saran penelitian adalah (1) perlunya meningkatkan kerja sama antara laki-laki dan perempuan terutama dalam kegiatan reproduktif. (2) perlu melibatkan petani perempuan dalam pertemuan dan kepengurusan kelompok tani serta mendorong pembagian upah yang lebih adil, (3) perlunya menghadirkan petani perempuan dalam forum pengambilan keputusan kelompok tani sehingga praktik budidaya padi organik yang semula pada tahap responsif dapat berkemban menuju tahap memberdayakan, (4) mempertahankankegiatan pelatihan dan penyuluhan yang telah melibatkan petani laki-laki dan perempuan.

This study aims to: (1) describe the division of labor and allocation of working time between men and women in organic rice-farming families in the Tani Makmur Farmers’ Group, (2) analyze farmers’ families’ access to and control over resources and the benefits of organic rice cultivation, (3) identify factors influencing gender role differences in organic rice-farming families, (4) analyze inclusive organic rice farming at KT Tani Makmur. This study was conducted in November–December 2025. The study site was selected through purposive sampling in Prambanan Sub-District, Sleman Regency. The primary method used was a qualitative approach, involving interviews with 10 organic rice farmers, 1 farmers’ group leader, 1 Field Extension Officer (PPL), and 1 village official. Data analysis involves data collection to gather sufficient data, data reduction to select key data and discard unnecessary data, data presentation to organize research findings in a systematic and meaningful way and drawing conclusions to synthesize and interpret the meaning of the obtained data. The results of the study show that the division of labor in productive and social activities is dominated by male farmers, while activities related to reproductive tasks are dominated by female farmers. Access to and control over decision-making are still dominated by male farmers, so inclusivity remains at a reactive level. The research recommendations are: (1) There is a need to enhance cooperation between men and women, particularly in reproductive activities, (2) Female farmers should be involved in meetings and the management of farmers’ groups, and efforts should be made to promote a more equitable distribution of wages, (3) The need to include female farmers in farmers’ group decision-making forums so that organic rice cultivation practices, which were initially at the responsive stage, can evolve toward the empowering stage; (4) Continuing the training and extension activities that have already involved both male and female farmers.

Kata Kunci : gender, padi organik, pembagian kerja, alokasi waktu kerja, akses, kontrol, inklusif

  1. S1-2026-493886-abstract.pdf  
  2. S1-2026-493886-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-493886-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-493886-title.pdf