Pengaruh Variasi Temperatur Thermal Treatment pada Pre-Treatment Daur Ulang Baterai Lithium-Ion Tipe 18650
Assyifa Rahmi, Ir. Muslim Mahardika, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.
2026 | Skripsi | TEKNIK MESIN
Peningkatan penggunaan baterai lithium-ion tipe 18650 dalam berbagai aplikasi teknologi dan kendaraan listrik menimbulkan permasalahan limbah yang memerlukan pengolahan efektif. Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah proses daur ulang untuk memperoleh black mass sebagai material bernilai ekonomi. Namun, proses pemisahan material aktif dari struktur jellyroll masih menjadi tantangan, khususnya dalam menentukan kondisi thermal pre-treatment yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi temperatur terhadap komponen baterai dan karakteristik black mass yang dihasilkan.
Tahapan yang dilakukan pada pre-treatment mekanik yang diawali dengan pemilihan sampel baterai dengan tegangan <1>dismantling, crushing, ball milling, dan pengayakan menggunakan saringan 200 mesh untuk memperoleh black mass berukuran <75>
Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur 480 °C memberikan hasil optimal dengan rata-rata black mass sebesar 10,55 g, lebih tinggi dibandingkan 320 °C dan 400 °C. Peningkatan temperatur mempercepat penguraian komponen organik sehingga meningkatkan efisiensi pemisahan dan menghasilkan black mass yang lebih homogen serta berkualitas.
The increasing use of 18650-type lithium-ion batteries in various technological applications and electric vehicles has led to significant waste management challenges that require effective treatment. One promising approach is recycling to recover black mass as a valuable material. However, the separation of active materials from the jellyroll structure remains a major challenge, particularly in determining the optimal thermal pre-treatment conditions. This study aims to analyze the effect of temperature variation on battery components and the characteristics of the resulting black mass.
The research methodology consists of mechanical pre-treatment stages, beginning with the selection of battery samples with a voltage of <1>
The results indicate that a temperature of 480 °C provides the optimal outcome, yielding an average black mass of 10.55 g, which is higher compared to those obtained at 320 °C and 400 °C. Higher temperatures enhance the decomposition of organic components, thereby improving separation efficiency and producing more homogeneous and higher-quality black mass
Kata Kunci : Baterai Lithium-Ion, Thermal Pre-Treatment, Black mass, Daur Ulang, Variasi Temperatur