PEMETAAN LAHAN ANDIL PADA AREAL PERSETUJUAN PERHUTANAN SOSIAL KTH MBAUNG SEJAHTERA DI DESA BARUREJO, SILIRAGUNG, BANYUWANGI, JAWA TIMUR
Giovanni Yersey Anandaputra, Dr. Ir. Wahyu Wardhana, S.Hut., M.Sc.
2026 | Skripsi | KEHUTANAN
KTH Mbaung Sejahtera di Desa Barurejo merupakan
kelompok tani hutan yang masih relatif baru dan menghadapi kendala pada aspek
kelola kawasan, terutama terkait belum jelasnya batas dan lahan andil garapan
antaranggota. Kondisi ini memengaruhi kepastian penguasaan lahan,
potensi konflik tenurial, dan penyusunan rencana pengelolaan Hutan
Kemasyarakatan (HKm). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk
partisipasi masyarakat serta memetakan hasil pemetaan lahan andil garapan pada
Pokja 2 dan Pokja 3 KTH Mbaung Sejahtera.
Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode Participatory
Rural Appraisal (PRA) melalui pemetaan partisipatif, dengan peneliti
berperan sebagai fasilitator. Tahapan penelitian meliputi Focus Group Discussion (FGD),
identifikasi, verifikasi lapangan, pengolahan data, koreksi data, validasi, dan
kesepakatan. Analisis data menggunakan pendekatan mixed methods,
yaitu analisis deskriptif kualitatif untuk menjelaskan bentuk partisipasi
masyarakat dan analisis kuantitatif untuk menjawab hasil pemetaan lahan andil
garapan KTH Mbaung Sejahtera Pokja 2 dan Pokja 3.
Hasil penelitian menunjukkan
bahwa bentuk partisipasi masyarakat meliputi pengambilan keputusan, pelaksanaan
kegiatan, pengambilan manfaat, dan evaluasi. Namun, keterlibatan masyarakat
bersifat keterwakilan, dan proses pengambilan keputusan lebih banyak dipengaruhi
oleh stakeholder kunci serta sebagian anggota Pokja 2 dan Pokja 3. Hasil
pemetaan lahan andil garapan menunjukkan luas total lahan garapan di Pokja 2
dan Pokja 3 sebesar 265,40 ha yang terbagi dalam 228 bidang dan digarap oleh
148 KK, dengan luas lahan berkisar 0,15–1,99 ha dan rata-rata 2 bidang atau
sekitar 1 ha per KK. Berdasarkan jumlah bidang, kategori terbanyak adalah lahan
0,25–0,5 ha sebanyak 82 bidang, sedangkan berdasarkan jumlah penggarap
didominasi oleh kategori lahan >1 ha sebanyak 96 KK.
KTH Mbaung Sejahtera in Barurejo Village is a
relatively new forest farmer group that faces challenges in the area management
aspect, particularly related to the unclear boundaries and members’ andil
cultivation plots. This condition affects land tenure security, the potential
for tenure conflicts, and the preparation of the Community Forestry (HKm)
management plan. This study aims to describe the forms of community
participation and to map the results of andil cultivation plot mapping in
Working Group 2 and Working Group 3 of KTH Mbaung Sejahtera.
Data were collected using the Participatory Rural
Appraisal (PRA) method through participatory mapping, with the researcher
acting as a facilitator. The research stages included Focus Group Discussion
(FGD), identification, field verification, data processing, data correction,
validation, and agreement. Data were analyzed using a mixed-methods approach,
namely qualitative descriptive analysis to explain the forms of community
participation and quantitative analysis to examine the results of andil cultivation
plot mapping in Working Group 2 and Working Group 3 of KTH Mbaung Sejahtera.
The results showed that the forms of community participation included decision-making, activity implementation, benefit-sharing, and evaluation. However, community involvement was representative in nature, and the decision making process was influenced more by key stakeholders and several members of Working Group 2 and Working Group 3. The results of the andil cultivation plot mapping showed that the total cultivated area in Working Group 2 and Working Group 3 was 265.40 ha, divided into 228 plots and cultivated by 148 households, with plot sizes ranging from 0.15 to 1.99 ha and an average of 2 plots or about 1 ha per household. Based on the number of plots, the most common category was 0.25–0.5 ha, totaling 82 plots, while based on the number of cultivators, the dominant category was >1 ha, totaling 96 households.
Kata Kunci : Perhutanan Sosial, Pemetaan Partisipatif, Lahan Andil, KHDPK