The Cross-Border Expansion of QRIS as an Instrument of Indonesia's Regional Digital Power
Andi Ramadhan Hadiputra, Dr. Dedy Permadi
2026 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional
Untuk mengatasi masalah fragmentasi pada ekosistem digital, pemerintah Indonesia memformulasikan "Quick Response Code Indonesian Standard", sebuah infrastruktur yang dapat mengintegrasikan ekosistem pembayaran digital dalam skala nasional. Dalam perkembangan terbaru, pemerintah Indonesia berhasil "mengekspor" infrastruktur QRIS ke beberapa negara ASEAN dan mendapatkan kesuksesan instan. Skripsi ini berusaha untuk memahami bagaimana langkah untuk menyediakan sebuah infrastruktur nasional agar dapat digunakan oleh negara lain menjadikan QRIS sebagai sebuah instrumen yang dapat meningkatkan kekuatan digital Indonesia di kawasan ASEAN. Dengan menggunakan Teori Two-Level Game sebagai kerangka konseptual, skripsi ini menemukan bahwa Indonesia dapat menjadikan pencapaian QRIS di lingkungan Tingkat Dua mereka sebagai daya tawar di meja perundingan Tingkat Satu, yang kemudian dapat memengaruhi objektif dari negara-negara mitra. Dengan menggunakan kerangka Economic Statecraft, skripsi ini menemukan bahwa QRIS dapat berfungsi untuk 'memengaruhi' dan 'mengintimidasi' negara lain secara ekonomi, yang mana keduanya memposisikan Indonesia sebagai penggerak utama ekonomi digital di ASEAN.
To address the problem of digital ecosystem fragmentation, the Indonesian government formulated the "Quick Response Code Indonesian Standard", an infrastructure capable of integrating the digital payment ecosystem nationwide. In a recent development, the Indonesian government "exported" the QRIS infrastructure to several ASEAN members, which achieved immediate success. This thesis seeks to understand how this action of making a national infrastructure available to other countries transforms QRIS into an instrument that strengthens Indonesia's digital power within the region. By using Two-Level Game Theory as a framework, this thesis finds that Indonesia can present what QRIS accomplishes in its Level Two environment as a bargaining power at the Level One negotiating table, which in turn influences the win-sets of partner countries. By using the Economic Statecraft framework, this thesis finds that QRIS can function as both 'economic lever' and 'economic coercion', both of which place Indonesia as a key driver for the ASEAN digital economy.
Kata Kunci : QRIS, ekonomi digital, kekuatan digital, economic statecraft