Pengaruh Kombinasi Media Tanam dan Aplikasi GA3 terhadap Pertumbuhan dan Hasil Stroberi (Fragaria × ananassa var. Mencir) di Dataran Rendah
Yosua Sapto Nugroho, Dody Kastono, S.P., M.P. ; Rani Agustina Wulandari, S.P., M.P., Ph.D.
2026 | Skripsi | AGRONOMI
Stroberi (Fragaria x ananassa var. Mencir) merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomis dan permintaan cukup tinggi. Namun produksi stroberi dalam negeri belum optimal seiring meningkatnya permintaan pasar. Salah satu kendala dalam budidaya stroberi adalah alih fungsi lahan di dataran tinggi yang menyebabkan ketersediaan lahan produksi semakin terbatas sehingga mendorong pemanfaatan lahan di dataran rendah sebagai alternatif budidaya meskipun lahan yang tersedia merupakan lahan marginal sehingga memerlukan perbaikan tanah. Selain itu penggunaan hormon pertumbuhan dapat membantu memacu pertumbuhan stroberi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kombinasi media tanam dan konsentrasi hormon giberelin (GA?) terhadap pertumbuhan dan kualitas bibit stroberi di dataran rendah. Penelitian dilaksanakan di Kebun Tridharma, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada ketinggian 113 mdpl dari bulan Januari hingga Mei 2025. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah media tanam berupa tanah sebagai kontrol, campuran tanah dengan arang sekam, dan campuran tanah dengan cocopeat sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi GA? dari 0 ppm sebagai kontrol, 50 ppm, 100 ppm, dan 150 ppm. Kedua faktor perlakuan tersebut dikombinasikan sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kombinasi perlakuan media tanam berupa campuran tanah dengan arang sekam dan konsentrasi GA? sebanyak 100 ppm dapat memberikan pertumbuhan paling optimal. Namun produksi buah stroberi belum terjadi karena kondisi lingkungan yang kurang sesuai, seperti curah hujan dan suhu yang relatif tinggi, yang mempengaruhi fisiologis tanaman sehingga menghambat pembungaan dan pembentukan buah.
Strawberry (Fragaria x ananassa var. Mencir) is a horticultural commodity with economic value and high demand. However, domestic strawberry production remains insufficient to meet the increasing market demand. One of the constraints in strawberry cultivation is land conversion in highland areas, which reduced the availability of production land and encouraged the use of lowland areas as an alternative cultivation area, although the available land is generally marginal and requires soil improvement. In addition, the application of growth hormones may stimulate strawberry growth. This study aimed to examine the effect of combination of growing media and gibberellic acid (GA?) concentrations on growth and quality of strawberry seedlings in lowland areas. The research was conducted at the Tridharma Experimental Garden, Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada, Banguntapan, Bantul, Special Region of Yogyakarta, at an altitude of 113 meters above sea level, from January to May 2025. The study used a Completely Randomized Design (CRD) with two treatment and three replications. The first factor was the growing media, consisting soil as a control, mixture of soil and rice husk charcoal, and mixture of soil and cocopeat. The second factor was GA? concentration, comprising 0 ppm as a control, 50 ppm, 100 ppm, and 150 ppm. These two treatment factors were combined to create twelve treatment combinations. The results showed that the combination of soil mixed with rice husk charcoal and GA? concentration of 100 ppm produced the most optimal strawberry growth. However, strawberry fruit production did not occur due to unsuitable environmental conditions, such as high rainfall and relatively high temperatures, which may affect plant physiology and inhibit flowering and fruit formation.
Kata Kunci : arang sekam, cocopeat, giberelin, stroberi, tanah