Laporkan Masalah

Hubungan antara Jarak Titik-titik Craniometri pada Neurocranium dengan Indeks Cranialis pada Ras Monggoloid

Zainuri Sabta Nugraha , dr. H. Santosa Budiharjo; dr. H.M. Mansyur Romi, SU

1997 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Usaha untuk merekonstruksi fragmen-fragmen tulang yang ditemukan menjadi satu tulang yang utuh sehingga bisa diidentifikasi memerlukan perumusan dan keahlian tersendiri dari ahli antropologi yang di Indonesia ahli tersebut masih langka. Sebagai salah satu jawaban telah dilakukan penelitian tentang Hubungan antara Jarak Titik-titik Craniometri pada Neurocranium dengan Indeks Cranialis pada Ras Monggolid. antara indeks Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jarak titik-titik craniometri pada neurocranium. dengan cranialis dan komponennya yaitu panjang (PMC) dan lebar maksimum cranium (LMC), serta membuat rumus regresi indeks dan komponen indeks cranialis dengan jarak titik-titik craniometri pada neurocranium. Subyek penelitian yang terdiri dari 35 cranium laki-laki dan perempuan diambil dari koleksi tulang cranium yang ada di laboratorium Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada yang memenuhi kriteria umur dewasa, utuh, dan tidak menunjukkan kelainan anatomi tulang. Variabel-variabel dalam penelitian ini, terdiri dari indeks cranialis (IC) sebagai variabel kriterium. Sebagai variabel prediktor adalah jarak titik-titik craniometri pada neurocranium yaitu jarak glabella-opisthocranion (g-op), jarak intereurion (eu- eu), Jarak bregma-lambda (b-1), jarak nasion-bregma (n-b), jarak lambda-ophistion (1-0), jarak basion-opisthion (ba-o), lebar foramen magnum (1fm), jarak porion-pterion (po-pt), jarak zygion- porion (zy-po), jarak maksimal biporion (po-po) dan jarak basion bregma (ba-b). Data yang diperoleh dibagi menjadi 3 kelompok subyek berdasarkan jenis kelamin dan dianalisis secara statistik dengan korelasi tangkar tunggal dari pearson, kemudian dilanjutkan dengan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi antara beberapa jarak titik-titik craniometri neurocranium dengan indeks cranialis maupun dengan komponen indeks cranialis pada setiap kelompok subyek. Kelompok I. Bertujuan untuk mengetahui indeks cranialis bila ditemukan fragmen cranium yang dapat diketahui jenis kelamin laki- lakinya. Rumus regresi yang terbaik adalah: IC 157,6094 = 4,4692g-op :IC = 5,7271 +5,5499eu-eu ; PMC = 12,7135 +0,3712 n-b; PMC = 5,3154 + 0,8793 ba-b ; LMC = 10,1381 +0,3377n-b. Kelompok II. Untuk mengetahui indeks cranialis bila ditemukan fragmen cranium yang dapat diketahui jenis kelamin perempuannya. Rumus regresi terbaik digunakan adalah: IC = -32,5379 + 8,5648 eu-eu; PMC = 5,5436 1,1168 1-o ; LMC = 23,4419 - 0,9661 b-1. Kelompok III. Bertujuan untuk mengetahui indeks cranialis bila ditemukan fragmen cranium yang tidak diketahui jenis kelaminnya. Rumus regresi yang terbaik digunakan adalah: IC = 157,9472 -4,5067 g-op ; IC = 5,4898 +5,5912 eu-eu ; PMC = 5,2800 +0,8799 ba-b ; LMC = 7,8257 +0,5312po-po. Diharapkan dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji rumus regresi yang didapatkan sebelum digunakan.

-

Kata Kunci : Antropologi, Indeks Cranialis, Ras Monggoloid

  1. S1-FKU-1997-90090-Zainuri-Sabta-Nugraha-abstract.pdf  
  2. S1-FKU-1997-90090-Zainuri-Sabta-Nugraha-bibliography.pdf  
  3. S1-FKU-1997-90090-Zainuri-Sabta-Nugraha-tableofcontentpdf.pdf  
  4. S1-FKU-1997-90090-Zainuri-Sabta-Nugraha-title.pdf