Pengaruh Jaringan Komunikasi Antarsuku terhadap Adopsi Inovasi Pertanian di Kawasan Transmigrasi Sagea Waleh Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara
Dani Abyan Adam, Dr. Dyah Woro Untari, S.P., M.P.
2026 | Skripsi | PENYULUHAN & KOMUNIKASI PERTANIAN
Masyarakat transmigrasi yang bersifat multietnik memiliki karakteristik komunikasi yang beragam, sehingga berpotensi memengaruhi proses penyebaran dan penerimaan inovasi pertanian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 43 responden petani, serta didukung dengan analisis jaringan komunikasi menggunakan software Gephi dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan komunikasi yang terbentuk cenderung tersentralisasi pada aktor-aktor tertentu yang memiliki nilai sentralitas tinggi, yang berperan sebagai penghubung, penyaring informasi, dan pemimpin opini. Mayoritas petani berada pada kategori early adopters dan early majority, yang menunjukkan tingkat keterbukaan terhadap inovasi cukup tinggi. Secara parsial, komunikasi antarsuku berpengaruh signifikan terhadap adopsi inovasi, sementara karakteristik petani tidak berpengaruh nyata terhadap adopsi inovasi pertanian. Interaksi komunikasi yang intensif antaraktor dalam jaringan terbukti mampu mempercepat difusi inovasi melalui pertukaran informasi dan pengalaman lintas suku dengan mengurangi hambatan komunikasi yang terjadi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi antarsuku berperan penting dalam memperkuat jaringan sosial dan mempercepat adopsi inovasi pertanian. Oleh karena itu, diperlukan strategi penyuluhan yang mempertimbangkan aspek sosial budaya dan memanfaatkan aktor kunci (opinion leader) dalam jaringan untuk meningkatkan efektivitas diseminasi inovasi di kawasan transmigrasi.
Multiethnic transmigration communities have diverse communication characteristics, potentially influencing the dissemination and acceptance of agricultural innovations. This study employed a quantitative approach with a survey of 43 farmer respondents, supported by communication network analysis using Gephi software and multiple linear regression analysis. The results showed that the communication network formed tended to be centralized around certain actors with high centrality values, who acted as brokers, gatekeepers, and opinion leaders. The majority of farmers were in the early adopters and early majority categories, indicating a relatively high level of openness to innovation. Partially, interethnic communication significantly influenced innovation adoption, while farmer characteristics had no significant effect on the adoption of agricultural innovations. Intensive communication interactions between actors within the network were proven to accelerate the diffusion of innovations through the exchange of information and experiences across ethnic groups by reducing communication barriers. This study concluded that interethnic communication plays a crucial role in strengthening social networks and accelerating the adoption of agricultural innovations. Therefore, an extension strategy that considers socio-cultural aspects and utilizes key actors (opinion leaders) within the network is needed to increase the effectiveness of innovation dissemination in transmigration areas.
Kata Kunci : komunikasi antarsuku, adopsi inovasi, jaringan komunikasi, transmigrasi, aktor kunci