Pengaruh anggaran Pemda Tingkat I Kalimantan Timur terhadap kebijakan uang beredar Bank Indonesia
AZIZAH, Amiril, Dr. Indra Bastian, MBA
2005 | Tesis | S2 AkuntansiDalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh anggaran Pemda Tingkat I Kalimantan Timur terhadap kebijakan uang beredar Bank Indonesia sehingga dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan Bank Indonesia dalam mengambil kebijakan moneter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melakukan uji regresi terhadap anggaran Pemda Tingkat I Kalimantan Timur dengan jumlah uang beredar. Data yang digunakan adalah data triwulanan anggaran Pemda Tingkat I Kalimantan Timur dan jumlah uang beredar triwulanan yang diambil dari laporan interim Bank Indonesia mulai dari tahun 2002 sampai dengan triwulan II tahun 2004. alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan regresi berganda dan yang digunakn froksi dalam pertumbuhan ekonomi adalah laju inflasi. Hasil analisa menunjukkan bahwa kebijakan uang beredar tidak semata-mata dipengaruhi anggaran saja, masih banyak komponen lain misalnya kebijakan fiskal daerah,suku bunga. Korelasi jumlah uang beredar dan laju inflasi berbanding terbalik. Pertumbuhan ekonomi juga tidak dilihat dari anggaran saja masih ada faktor lain contohnya pendapatan perkapita. Pertumbuhan ekonomi dan kebijakan uang beredar tidak bisa dipisahkan saling berhubungan dan tidak bisa dilakukan secar terpisah.
This research is aimed to determine influence of East Kalimantan Local Government’s Budget toward Indonesian Bank’s Policy on Money Circulation to be used as a basic consideration to the Indonesian Bank in making decision on monetary field. Effective method in this research is by performing regression test on the East Kalimantan Local Government’s Budget and amount of quarterly money circulation taken from interim report of Indonesian Bank started from 2002 until the second quarter of 2004. Analysis tool used in this research is double-regression while proxies in economic growth uses inflation rate. Analysis results show that policies on money circulation is not simply influenced by the budget. There are other components, for example, local fiscal policies, level of interest. Correlation between amount of money circulation and inflation rate shall be in inverse. Economic growth is not viewed from budget only. There are other factors, for example, income per household. Economic growth and policies on the amount of money circulation cannot be separated since they are related each other and can not performed separately.
Kata Kunci : Pendapatan asli daerah, dana perimbangan, jumlah uang beredar, inflasi, Local Income (PAD), Balancing Fund, amount of money circulation, inflation