Laporkan Masalah

Pengaruh ukuran perusahaan terhadap manajemen laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ)

KUSUMANINGSIH, Diana, Dr. Indra Wijaya Kusuma, MBA

2005 | Tesis | S2 Akuntansi

Penelitian ini menguji pengaruh ukuran perusahaan terhadap manajemen laba. Penelitian ini mengungkapkan bahwa ukuran perusahaan memegang peranan yang berbeda-beda dalam manajemen laba: perusahaan berukuran kecil lebih banyak melakukan manajemen laba untuk menghindari penurunan earning daripada perusahaan besar. Penelitian ini menggunakan perusahaan manufaktur sebagai obyek penelitian. Jumlah perusahaan yang diambil dalam penelitian adalah 116 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada tahun 1999-2003. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisa regresi linear sederhana. Penelitian ini menggunakan pendekatan Modified Jones sebagai dasar untuk mengukur manajemen laba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara ukuran perusahaan dengan manajemen laba. Semakin besar perusahaan yang dilihat dari total aktiva, maka perusahaan akan menurunkan laba atau discretionary income. Hasil penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh DeFond (1994) yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan mempunyai korelasi positif dengan manajemen laba. Adanya pola kebijakan dicretionary accruals yang menurunkan laba pada periode 1999-2003 karena pada saat krisis terjadi, banyak perusahaan manufaktur yang mengalami kerugian sehingga mereka melakukan kebijakan discretionary accruals melalui peningkatan laba. Namun setelah krisis, banyak perusahaan manufaktur yang melakukan kebijakan discretionary accruals melalui penurunan laba untuk membalikkan posisi keuangan perusahaan seperti semula.

This research examines the influence of firm size to earnings management. This research explore that firm size plays different roles in earnings management: smallsized firms engage in more earnings management to avoid reporting earning decreases than large-sized firms. This research uses manufacturing companies as the object of the research. The number of companies taken as sample in this research is about 116 manufacturing companies, listed at Jakarta Stock Exchange in 1999-2003. The hypothetical test was conducted by implementing simple linear regression analysis. This research is using Modified Jones method as a basic to measure off earnings management. The result of this research shows that negative relationship between firm size and earnings management. Based on total asset, even greater the companies, hence they will be decreasing income or decreasing discretionary accruals. The result of this research is not consistent with the research by DeFond (1994) reporting that firm size have the positive correlation with the earnings management. The pattern of discretionary accruals policy through decreasing income in 1999-2003 because during the crisis period, many of manufacturing companies have got losses so they conduct this policy to increase income. After the crisis period, to invert the financial position of company like initially, many of manufacturing companies taken this policy to decrease income.

Kata Kunci : Manajemen Laba,Ukuran Perusahaan,Perusahaan Manufaktur, Earnings Management, Discretionary Accruals, Firm Size


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.