Laporkan Masalah

Analisis Kinerja Alat Tanam Benih Tipe Dorong Untuk Varietas Padi Inpari 49 Di Lahan Tanah Olah Dengan Variasi Kecepatan Operasi Dan Dimensi Lubang Seed Metering Device

Prilianiar isna haziza hilalia, Sri Markumningsih, S.T.P., M.Sc., Ph.D., ; Dr. Ir. Radi, STP., M. Eng.,

2026 | Skripsi | TEKNIK PERTANIAN

Penggunaan alat tanam benih tipe dorong menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi dan keseragaman penanaman padi di tengah keterbatasan tenaga kerja. Kinerja alat tanam sangat dipengaruhi oleh sistem penjatahan benih yang menentukan jumlah benih yang keluar pada setiap titik tanam, serta kecepatan operasi alat yang berpengaruh terhadap kapasitas kerja. Selain itu, kondisi tanah juga berperan dalam mendukung proses penanaman. Pada penelitian ini digunakan tanah yang telah diolah, yang umumnya memiliki struktur lebih gembur, porositas baik, dan permukaan relatif rata, sehingga mendukung penetrasi alat serta ketepatan penjatuhan benih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kecepatan operasi dan dimensi lubang seed metering device (SMD) terhadap persentase keluaran benih padi. Penelitian dilakukan melalui pengujian laboratorium dan lapangan pada lahan tanah olah menggunakan varietas padi Inpari 49. Percobaan disusun dalam rancangan faktorial 3 × 3 dengan dua faktor, yaitu kecepatan operasi (1, 2, dan 3 km/jam) dan dimensi lubang SMD (1, 2, dan 3), dengan tiga ulangan sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi persentase keluaran benih, kapasitas kerja, dan efisiensi alat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi kecepatan operasi dan dimensi lubang SMD berpengaruh terhadap keluaran benih. Kombinasi K1L1 menghasilkan rata-rata 1,57 benih per lubang yang mendekati kebutuhan tanam, sehingga direkomendasikan untuk penggunaan alat.

The use of push-type seeders is one of the efforts to improve the efficiency and uniformity of rice planting under labor limitations. The performance of the seeder is highly influenced by the seed metering system, which determines the number of seeds delivered at each planting point, as well as the operating speed that affects field capacity. In addition, soil conditions also play an important role in supporting the planting process. In this study, tilled soil was used, which generally has a looser structure, good porosity, and a relatively even surface, thereby supporting tool penetration and accurate seed placement. This study aimed to analyze the effect of variations in operating speed and the hole dimensions of the seed metering device (SMD) on the percentage of rice seed output. The research was conducted through laboratory and field experiments on tilled land using Inpari 49 rice variety. The experiment was arranged in a 3 × 3 factorial design with two factors, namely operating speed (1, 2, and 3 km h?¹) and SMD hole dimensions (1, 2, and 3), with three replications, resulting in 27 experimental units. The observed parameters included seed output percentage, field capacity, and machine efficiency. The results showed that variations in operating speed and SMD hole dimensions significantly affected seed output. The K1L1 combination produced an average of 1.57 seeds per hole, which is close to the recommended planting requirement, and is therefore suggested for application.

Kata Kunci : alat tanam benih tipe dorong, seed metering device, kecepatan operasi, distribusi benih, kapasitas kerja, efisiensi alat, olah tanah.

  1. S1-2026-506021-abstract.pdf  
  2. S1-2026-506021-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-506021-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-506021-title.pdf