RAGAM POLA, KARAKTERISTIK NAUNGAN, DAN PRODUKTIVITAS KOPI DALAM SISTEM AGROFORESTRI DI DUSUN TURGO, KALURAHAN PURWOBINANGUN, KAPANEWON PAKEM, KABUPATEN SLEMAN
Ahmad Khoirudin Anwar, Prof. Priyono Suryanto, S.Hut., M.P., Ph.D; Ir. Aqmal Nur Jihad, S.Hut., M.Sc.
2026 | Skripsi | KEHUTANAN
Masyarakat
di sekitar lereng selatan Gunung Merapi mempunyai kerentanan ekonomi akibat
bencana vulkanik. Agroforestri berbasis kopi di Dusun Turgo menjadi strategi
adaptasi yang potensial untuk meningkatkan ketahanan ekologi dan ekonomi.
Sistem agroforestri memiliki ragam stratifikasi tajuk yang berpengaruh pada
karakteristik naungan (kerapatan naungan), sehingga berdampak pada variasi
mikroklimat dan produktivitas kopi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi pola stratifikasi tajuk, karakteristik naungan (kerapatan
naungan), dan pengaruhnya terhadap produktivitas kopi.
Metode
penelitian yang digunakan adalah survei lapangan dengan teknik pengumpulan data
melalui observasi langsung pada setiap unit lahan. Teknik penentuan sampel
dilakukan secara purposive sampling, dengan kriteria lahan yang memiliki
stratifikasi tajuk ? 2 dan > 2. Klasifikasi dilanjutkan dalam 3 tingkat
kerapatan naungan (ringan, sedang, dan berat). Plot ukur yang digunakan berupa nested
sampling untuk pengambilan data vegetasi dan pengukuran intensitas
cahaya, suhu, dan kelembaban. Pengambilan data dilakukan pada 12 lahan
agroforestri dengan variasi pola stratifikasi tajuk dan intensitas cahaya yang
berbeda. Analisis data dilakukan dengan perhitungan Indeks Nilai Penting (INP)
untuk vegetasi, ragam pola dianalisis dengan proyeksi vertikal dengan software
SExl-FS, karakteristik naungan dianalisis dengan Indeks Cahaya Relatif
(ICR) dan evaluasi produktivitas kopi menggunakan wawancara dengan petani.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa sistem agroforestri kopi di Dusun Turgo memiliki 2
tipe utama pola stratifikasi tajuk, yaitu sistem dengan stratifikasi tajuk ? 2 dan
sistem dengan stratifikasi tajuk > 2. Sistem dengan stratifikasi tajuk ? 2 menunjukkan
peningkatan produktivitas seiring bertambahnya kerapatan naungan, sedangkan
pada sistem dengan stratifikasi tajuk > 2 produktivitas tertinggi diperoleh
pada kondisi naungan sedang. Hal ini menunjukkan bahwa struktur tajuk yang
kompleks dan kerapatan naungan sedang berperan dalam menciptakan kondisi iklim
mikro yang optimal bagi pertumbuhan dan produktivitas kopi dalam sistem
agroforestri.
Communities around the southern slopes of Mount
Merapi are economically vulnerable to volcanic disasters. Coffee-based
agroforestry in Turgo Hamlet is a potential adaptation strategy to increase
resilience and economic well-being through crop diversification. Agroforestry
systems have diverse canopy stratifications that influence shade
characteristics (shade density), which in turn influence microclimate
variations and coffee productivity. This study aims to identify canopy
stratification patterns, shade characteristics, and their impact on coffee
productivity.
The research method used was a field survey with
data collection techniques through direct observation in each land unit. The
sampling technique was carried out by purposive sampling, with the criteria of
land having a canopy stratification of ? 2 and > 2. Classification was
continued in 3 levels of shade density (light, medium, and heavy). The
measurement plot used was nested sampling for vegetation data collection and
measurement of light intensity, temperature, and humidity. Data collection was carried
out on 12 agroforestry areas with variations in canopy stratification patterns
and different light intensities. Data analysis was carried out by calculating
the Important Value Index for vegetation, the variety of patterns was analyzed
by vertical projection with SExl-FS software, shade characteristics were
analyzed by Relative Light Index (RLI), and coffee productivity evaluation was
carried out using interviews with farmers.
The results of the study showed that the coffee
agroforestry system in Turgo Hamlet has 2 main types of canopy stratification
patterns, namely a system with canopy stratification ? 2 and a system with
canopy stratification > 2. Systems with canopy stratification ? 2 showed
increased productivity as shade density increased, while in systems with canopy
stratification > 2 the highest productivity was obtained under moderate
shade conditions. This indicates that complex canopy structures and moderate
shade levels play a role in creating optimal microclimate conditions for coffee
growth and productivity in agroforestry systems.
Kata Kunci : Agroforestri, Stratifikasi Tajuk, Karakteristik Naungan, Produktivitas Kopi.