Eksklusi Pengetahuan Lokal Masyarakat dalam Tata Kelola Lingkungan dan Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) di Sumatra Selatan
Muhammad Fariz, Dr. Nanang Indra Kurniawan, S.IP., M.P.A.
2026 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHANPenelitian ini mengkaji bagaimana pengetahuan lokal masyarakat di Sumatra Selatan dieksklusi dalam upaya pengelolaan lingkungan dan pengendalian Karhutla melalui dominasi wacana negara dan korporasi perkebunan yang terimplementasi dalam kebijakan. Narasi hijau seperti konservasi, dekarbonisasi, hingga zero burning secara dominan diproduksi dan digunakan negara untuk menyalahkan petani kecil yang melakukan pembakaran dengan skala kecil dan terkontrol sementara mengabaikan peran industri perkebunan kelapa sawit yang secara masif membakar dengan tidak terkontrol. Dengan menganalisis wacana secara kritis, penelitian ini memperlakukan dokumen kebijakan, artikel jurnal, laporan penelitian, dan media massa sebagai data primer untuk menelusuri bagaimana pengetahuan lokal dieksklusi dalam upaya pengelolaan lingkungan dan pengendalian Karhutla. Temuan utama menunjukkan bahwa perubahan agraria yang terjadi tidak hanya bersifat material, tetapi juga epistemik yang ditandai dengan delegitimasi pengetahuan lokal terkait api. Perubahan tersebut merupakan hasil dari reproduksi relasi kuasa timpang yang berakar dari warisan kolonial di mana pengetahuan modern, saintifik, dan “hijau” diposisikan sebagai satu-satunya kebenaran yang sah. Penelitian ini berargumen bahwa Karhutla tidak bisa dipandang hanya dari sudut teknokratis, tetapi juga politis karena adanya relasi kuasa yang menjadikan lingkungan sebagai arena politik pengetahuan. Eksklusi sebagai proses produktif dalam pembentukan definisi bagaimana pengelolaan lingkungan hidup seharusnya dilakukan melalui kebijakan negara. Oleh karena itu, penting untuk menekankan pendekatan dekolonisasi untuk membongkar hierarki pengetahuan, merekognisi pengetahuan lokal, membuat masyarakat terhubung kembali dengan tradisi mereka sehingga bisa reordering ways of knowing pengetahuan yang telah di disingkirkan.
Kata Kunci : Api, pengetahuan lokal, eksklusi, power/knowledge, dekolonisasi, Sumatra Selatan